Kementerian ESDM bidik investasi energi dan mineral 34,8 miliar dolar

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 2 menit

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membidik investasi energi, migas, dan mineral senilai 34,8 miliar dolar AS pada 2021 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja nasional.

"Tahun lalu nilai investasi mencapai 25,8 miliar dolar AS hanya 20 persen di bawah target awal. Tahun ini investasi dapat naik 34,8 miliar dolar," kata Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial dalam diskusi daring yang dipantau di Jakarta, Senin.

Dari angka tersebut, sektor hulu dan hilir migas paling dominan dengan target investasi sebesar 16,8 miliar dolar AS, sektor ketenagalistrikan 9,9 miliar dolar AS, sektor mineral dan batu bara 6 miliar dolar AS, serta sektor energi baru dan terbarukan 2,1 miliar dolar AS.

Baca juga: Kementerian ESDM: Pemerintah jadikan listrik surya penopang bauran EBT

Dalam mencapai target investasi tahun ini, lanjut Ego, pemerintah telah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk meningkatkan penanaman modal bidang energi dan sumber daya mineral.

"Pertama pemerintah akan mempromosikan peluang investasi kepada para investor dalam negeri maupun luar negeri," kata Ego.

Selanjutnya, penyederhanaan perizinan dan kemudahan berusaha, pelayanan perizinan terintegrasi secara elektronik melalui aplikasi OSS, dan memberikan akses data terbuka sektor ESDM.

Baca juga: Kementerian ESDM proyeksikan investasi migas naik 45 persen tahun ini

Pemerintah juga akan memberikan insentif berupa tax allowance, tax holiday, fasilitas PPN, dan PPnBM. Kemudian menjamin ketersediaan energi untuk pembangunan nasional dan menjamin kepastian hukum dengan penerapan kebijakan yang konsisten.

Ego menambahkan pemerintah juga memberikan insentif fiskal untuk mendorong investasi di hulu migas dengan menghapus pengenaan PPN atas transaksi gas alam cair hingga pembebasan pajak dalam rangka impor.

Selain itu, usulan perbaikan fiscal terms sektor migas juga sedang digodok pemerintah berupa fasilitas perpajakan, perbaikan split secara signifikan, penetapan domestic market obligation yang menarik, dan pembebasan atau keringanan branch profit tax.

Baca juga: Investasi sektor energi 2020 turun 8,6 miliar dolar AS akibat pandemi