Kementerian ESDM dan IRENA jalin kerja sama untuk menurunkan emisi

·Bacaan 2 menit

Kementerian ESDM dan Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA) sepakat untuk membangun kemitraan dan kerja sama yang lebih intensif dalam identifikasi serta penerapan peta jalan pengurangan emisi.

Kesepakatan ini dituangkan dalam perjanjian kerja sama yang ditandatangani oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif bersama Direktur Jenderal IRENA Francesco La Camera di sela agenda COP26 di Glasgow, Skotlandia, hari ini.

"Kami membutuhkan dukungan dari negara lain dan organisasi internasional dengan keahlian seperti IRENA, untuk mempersiapkan transisi energi Indonesia," kata Menteri Arifin dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Kamis.

Dia menyampaikan bahwa kerja sama ini akan semakin menguatkan target penurunan emisi gas rumah kaca nasional dan mendukung Presidensi G20 Indonesia pada 2022.

Pertumbuhan yang inklusif, pembangunan yang berpusat pada manusia, serta ramah lingkungan dan berkelanjutan menjadi komitmen utama kepemimpinan Indonesia di Presidensi G20.


Baca juga: COP ke-26, Menteri ESDM sampaikan komitmen RI capai net zero emission

Forum kerja sama ekonomi internasional yang beranggotakan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia itu sepakat untuk menghentikan pendanaan batu bara luar negeri pada akhir tahun ini dan mengakui peran penetapan harga karbon.

Menurut Menteri Arifin, Indonesia telah berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca 29 persen pada 2030 dan telah menetapkan target nol emisi pada 2060 atau lebih cepat dengan dukungan internasional.

Namun, ada banyak hal yang harus dilakukan di dalam negeri dalam hal kebijakan, teknologi, dan aliran keuangan.

Berdasarkan laporan Outlook Transisi Energi Dunia IRENA yang dirilis awal tahun ini, sebagian besar pengurangan emisi diperlukan dekade ini dan dapat dicapai melalui perpaduan teknologi yang ada.

“Indonesia adalah pemain kunci dalam mencapai target penurunan emisi. Kami berharap dapat bekerja sama untuk mengidentifikasi peta jalan nasional yang memberikan pertumbuhan ekonomi sekaligus menjawab tantangan perubahan iklim," kata Francesco.

Baca juga: Kementerian ESDM inisiasi perdagangan karbon untuk kurangi emisi

Dia menjelaskan ekonomi global utama dunia memiliki peran penting dalam mewujudkan ambisi nol emisi global dan rencana jangka pendeknya dalam penggunaan teknologi energi terbarukan yang ada.

Namun, transisi energi bukan hal yang mudah sehingga membuat para pembuat kebijakan menghadapi beragam pilihan yang kompleks.

Berdasarkan perjanjian yang ditandatangani ini, IRENA akan menyiapkan peta jalan transisi energi yang komprehensif, mengidentifikasi tindakan kebijakan utama, solusi teknologi dan program pengembangan industri untuk mencapai tujuan dan target energi terbarukan jangka menengah dan panjang, serta tujuan dekarbonisasi di Indonesia.

Kerja sama ini juga mencakup penilaian manfaat sosial ekonomi dari transisi energi dengan penekanan pada pembentukan rantai nilai baru, penciptaan dan peningkatan lapangan kerja.

Di bawah kemitraan ini, IRENA dan Indonesia akan bekerja sama dengan erat pada peta jalan ambisius baru yang sejalan dengan tujuan Paris Agreement untuk ekonomi global bersih pada 2050.

IRENA juga akan memfasilitasi akses ke pembiayaan iklim dan investasi dalam energi terbarukan melalui diskusi dan dialog tentang investasi yang tidak berisiko, pengembangan jaringan proyek, dukungan untuk persiapan proyek, termasuk melalui koalisi untuk akses energi berkelanjutan dan inisiatif platform investasi iklim.


Baca juga: Menteri ESDM: Peningkatan kualitas BBM bisa turunkan emisi karbon

Baca juga: Menteri ESDM paparkan lima prinsip utama capai nol emisi karbon

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel