Kementerian ESDM giatkan pengembangan EBT berbasis masyarakat

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus menggiatkan program pengembangan energi baru terbarukan (EBT) berbasis masyarakat yang dapat mendukung ekonomi lokal.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan optimalisasi inovasi dalam ekosistem pemanfaatan energi bersih harus dilakukan tidak hanya untuk mengejar transisi energi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara inklusif.

"Kami mendorong kombinasi, listrik masuk dan kegiatan ekonominya juga masuk. Dulu pernah ada program Desa Mandiri Energi, sekarang dalam beberapa lokasi juga kami dorong seperti itu," ujarnya dalam seminar nasional bertajuk Patriot Energi 2022 yang dipantau di Jakarta, Senin.

Dadan mengatakan pengembangan energi bersih berbasis masyarakat yang mendukung ekonomi lokal dapat berupa setrum hijau untuk perikanan, setrum hijau untuk pertanian, PLTS atap untuk fasilitas lemari pendingin, hingga proyek percontohan perahu listrik dan stasiun pengisian baterai perahu listrik bertenaga surya.

Dengan adanya energi baru terbarukan yang mendukung ekonomi lokal, program itu mampu memberikan pekerjaan yang layak dan perlindungan pekerja karena transisi menuju energi bersih dapat mengurangi hambatan dan menawarkan kesempatan kerja bagi masyarakat dengan mengoptimalkan kapasitas mereka.

Selain itu setrum hijau juga dapat meningkatkan pembangunan sosial dan ekonomi karena inovasi dan pengembangan energi membuka peluang untuk meningkatkan kesejahteraan sosial sekaligus mengentaskan kemiskinan energi.

Kemudian, pengembangan energi baru terbarukan berbasis masyarakat juga dapat menjamin kesetaraan, inklusi sosial, dan keadilan karena pengembangan energi memajukan inklusivitas masyarakat dengan menekankan bahwa tidak seorangpun akan tertinggal.

Energi bersih dan inovasi juga mendorong kerja sama dan kolaboratif masyarakat dalam banyak aspek, termasuk pengambil keputusan, memberikan kepercayaan, dan sebagainya.

Dadan mengungkapkan salah satu proyek pengembangan energi baru terbarukan berbasis masyarakat yang mendukung ekonomi lokal terletak di Desa Tepal, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Pada 2009 lalu, Kementerian ESDM bersama Kementerian Koperasi dan UKM telah membangun pembangkit listrik tenaga mikro hidro berkapasitas masing-masing 25 kilowatt dan 40 kilowatt.

Semua pembangkit listrik itu beroperasi selama 24 jam setiap hari dan menyediakan listrik untuk 339 rumah, lima fasilitas umum, 20 kios, dan tujuh bengkel produktif, termasuk mesin pengolahan kopi.

Setrum hijau yang dihasilkan dari air memungkinkan petani untuk mengolah biji kopi, mengemas produk olahan, dan menghasilkan penjualan produk kopi dengan harga 900 persen lebih tinggi.

"Mikro hidro, saya kira ini termasuk salah satu opsi yang menarik karena listriknya bisa menjadi beban dasar, 24 jam hidup, banyak aktivitas-aktivitas yang bisa diciptakan dari kegiatan tersebut," kata Dadan.

Baca juga: Menjaring pendanaan EBT lewat skema "blended finance" di G20
Baca juga: Capai nol emisi karbon, pemerintah harap PLTP gantikan energi fosil
Baca juga: Kementerian ESDM dorong konservasi energi di kalangan industri