Kementerian ESDM: PLTS atap kunci keberhasilan bauran energi nasional

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 2 menit

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dipasang di atap bangunan menjadi kunci keberhasilan pertumbuhan energi hijau dalam target bauran energi nasional sebesar 23 persen pada 2025.

"Per Januari 2021 sudah ada 3.152 pelanggan dengan total kapasitas terpasang mencapai 22.632 Mega Watt peak (MWp)," kata Dadan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Pemasangan pembangkit listrik surya terbesar dilakukan oleh Coca Cola di Cikarang, Jawa Barat, dengan kapasitas mencapai 7,2 MWp, yang diklaim terbesar di Asia Tenggara.

Baca juga: Kementerian ESDM: Pemerintah jadikan listrik surya penopang bauran EBT

Selanjutnya ada PLTS atap Danone Aqua sebesar 3 MWp, PLTS atap refenery unit 3,36 MWp, PLTS atap Sei Mangkei 2 MWp, PLTS atap Kementerian ESDM 869 kWp, PLTS atap Angkasa Pura II 241 kWp, dan PLTS atap SPBU Pertamina 52 kWp.

"Perhitungan ini belum termasuk pelanggan rumah tangga yang trennya semakin naik. Kami optimis terhadap peluang tenaga surya ini," kata Dadan.

Penambahan pembangkit PLTS atap yang masif, lanjut dia, mampu menekan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 3,2 juta karbondioksida ekuivalen.

Dalam mewujudkan target penambahan kapasitas terpasang hingga 2,14 GW pada 2030, Kementerian ESDM akan menyasar bangunan dan fasilitas BUMN sebesar 742 MW, industri dan bisnis 624,2 MW, rumah tangga 648,7 MW, pelanggan PLN dan kelompok sosial 68,8 MW, serta gedung pemerintah sebesar 42,9 MW.

Baca juga: PLTS atap dinilai solusi penuhi target bauran EBT 23 persen

"Kami sedang menyelaraskan regulasi melalui Peraturan Presiden mengenai tarif listrik EBT dan revisi Peraturan Menteri ESDM agar orang lebih tertarik investasi. Khusus PLTS atap, tahun ini kami menargetkan 70 MW dari realisasi tahun 2020 sebesar 13,4 MW," kata Dadan.

Diketahui, energi surya sendiri terbilang memiliki potensi paling besar di Indonesia yakni sekitar 207,8 GW. Pemerintah menargetkan akan ada penambahan pembangkit listrik surya sebesar 138,8 MW.

Penambahan ini seiring ditargetkannya nilai investasi energi baru dan terbarukan tahun 2021 menjadi 2,05 miliar dolar AS atau naik dari capaian investasi tahun 2020 sebesar 1,36 miliar dolar AS.

Baca juga: Anggota DPR: Genjot pemanfaatan listrik dari tenaga surya