Kementerian ESDM-USAID dorong peran perempuan dalam transisi energi

Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat atau United States Agency for International Development (USAID) bersama-sama mendorong peran perempuan dalam proses transisi energi.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ego Syahrial, mengatakan Kementerian ESDM melakukan sejumlah terobosan yang melibatkan perempuan dalam program transisi energi.

"Dari berbagai program Kementerian ESDM untuk anak muda, yaitu Patriot Energi dan Gerakan Inisiatif Listrik Tenaga Surya atau GERILYA, lebih dari 30 persennya diikuti oleh perempuan," kata Ego pada acara webinar "Aksi Perempuan Muda Mendorong Transisi Energi" di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, kontribusi perempuan akan terus ditingkatkan dalam kemajuan transisi energi menyusul kebijakan pemerintah memberikan perhatian pada dimensi gender.

Pentingnya pemberdayaan perempuan juga turut serta membangun wajah sektor energi dan sumber daya mineral lebih inklusif ke depan, kata Ego, dikutip dari laman Kementerian ESDM.

Sementara itu, Deputi Direktur Kantor Lingkungan Hidup USAID Indonesia Mark Newton juga mengatakan pihaknya memberikan dukungan terhadap peningkatan porsi perempuan dalam transisi energi.

"Pemerintah Amerika Serikat melalui USAID sangat antusias untuk mendukung partisipasi dan kepemimpinan pemuda yang signifikan di sektor energi bersih," ungkap Mark pada acara tersebut.

Ego menambahkan saat ini, perempuan telah mengisi pos-pos penting di pemerintahan termasuk di Kementerian ESDM.

"Setidaknya ada 11 perempuan yang mengisi posisi direktur atau eselon dua, dari total 55 unit eselon dua di Kementerian ESDM," jelasnya.

Selain itu, terjadi peningkatan pegawai perempuan dari 23 persen menjadi 28 persen dalam 10 tahun.

Ditjen EBTKE menjadi unit dengan jumlah pegawai perempuan terbanyak yaitu sekitar 35 persen. "Ini tentu menjadi sinyal yang baik dalam meningkatkan peran perempuan dalam transisi energi Indonesia," ungkapnya.

Menurut Ego, peran perempuan juga bisa dilakukan dari level masyarakat secara praktis. Beberapa hal yang bisa dilakukan perempuan dalam transisi energi di antaranya melakukan pengembangan dan advokasi energi terbarukan, gaya hidup hemat energi, dan terlibat dalam pengambilan keputusan pengelolaan energi.


Kebijakan transisi energi

Untuk mendukung transisi energi, menurut Ego, pemerintah sudah menyusun rancangan target net zero emission pada 2060 dengan mengoptimalkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT).

"Arah kebijakan energi nasional yaitu melaksanakan transisi energi, dari energi fosil menuju energi bersih ramah lingkungan, utamanya pengembangan EBT," ungkap Ego.

Ia menambahkan pemerintah akan mengganti hampir seluruh pembangkit listrik ke 100 persen energi bersih secara bertahap melalui pengembangan EBT secara masif yang meliputi solar PV, angin, biomassa, panas bumi, hidro, energi laut, nuklir, hidrogen, dan teknologi energi bersih seperti battery storage systems dan CCUS.

"Saat ini, tidak boleh ada penambahan PLTU batu bara baru, kecuali yang telah berkontrak atau sedang konstruksi. Selain itu, retirement PLTU akan secara bertahap pasca-2030," sebutnya.

Sementara dari sisi permintaan, pemerintah mendorong penerapan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, pemakaian kompor induksi, dan pembangunan jaringan gas untuk rumah tangga. "Tentu diperlukan sinergi dan kolaborasi semua pihak yang melibatkan generasi muda termasuk perempuan, yang menjadi fokus dari webinar ini," tutur Ego.

Di sisi lain, USAID juga berkomitmen penuh mendukung upaya pemerintah mewujudkan transisi energi. "Pemerintah Amerika Serikat melalui USAID berkomitmen untuk mendukung transisi energi bersih Indonesia. Pada webinar ini, para pembicara akan berbagi solusi untuk menginspirasi mengenai aksi iklim mereka," ungkap Mark.

Melalui kegiatan webinar ini, Ego juga berharap dapat menghasilkan ide-ide yang inovatif dari kacamata perempuan dalam pengembangan EBT, menguatkan koordinasi, sinkronisasi dan peran stakeholders dalam mendukung dan menjawab tantangan transisi energi untuk mencapai target net zero emission Indonesia.

Senada dengan itu, Mark juga menyampaikan pembelajaran mengenai keterlibatan anak muda di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, yang bekerja sama untuk menyediakan akses listrik di desa. "Bagi yang tertarik mengejar karier di bidang energi bersih, kami akan berbagi ide untuk beraksi (di transisi energi)," ujar Mark.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel