Kementerian Koperasi dan UKM Ajak Pelaku Usaha Bangkit Kembali di Tengah Covid-19

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM terus berupaya mengajaknya para pelaku usaha bangkit kembali di tengah wabah pandemi Corona covid-19. Koperasi dan UKM diharapkan tetap produktif dan tentunya menerapkan protokol kesehatan.

"Dalam kondisi pandemi Covid-19 kita memang harus mengutamakan keamanan dan kesehatan. Namun, juga harus tetap produktif, terutama bagi pelaku UMKM," kata Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan, saat membagikan bantuan 1.000 masker dan paket sembako di Kelurahan Tipar, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (7/6/2020).

Rully mengakui, kondisi usaha saat ini tengah mengalami penurunan. Oleh karena itu, dia mengajak pelaku usaha untuk kreatif dan berinovasi. Ia mencontohkan daerah Cianjur, para ibu yang memiliki usaha kuliner menyewa bersama satu tempat untuk berjualan produk makanan dan minumannya.

"Saya kira, hal itu bisa diterapkan di Sukabumi", ucapnya.

Terlebih lagi, menurut Rully, sejak dulu daerah Tipar dikenal sebagai kawasan industri rumahan, yang dilakukan kaum perempuan. Pihaknua juga dari PT Permodalan Nasional Madani memberikan bantuan sarana Warung Kelontong bagi pelaku usaha rumahan di Tipar.

Tujuannya adalah untuk membangkitkan kembali usaha rumahan milik masyarakat. Tentunya hal ini merupakan program prioritas pemerintah, karena pemerintah bagian dari kehidupan masyarakat, khususnya masyarakat UMKM. Jadi, sangat tidak mungkin bila pemerintah tidak memperhatikan hal itu.

 

Semua Menderita

Pekerja menyelesaikan produksi kulit lumpia di rumah industri Rusun Griya Tipar Cakung, Jakarta, Kamis (28/11/2019). Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM terus mendongkrak UMKM dengan menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga cukup rendah, yakni 6 persen. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Kendati begitu, ia mengingatkan bahwa saat ini semuanya menderita akibat wabah Covid-19. Sehingga saat ini merupakan momentum yang tepat untuk saling membantu dan peduli sesama.

Sementara itu, pembagian masker dilakukan karena masih banyak ditemui masyarakat maupun para pedagang yang tidak mematuhi protokol kesehatan dengan mengenakan masker.

"Ini adalah bagian dari tanggungjawab kita bersama untuk memberikan kepastian dengan mengikuti protokol kesehatan. Masker ini wajib dipakai tidak bisa tidak, untuk kepentingan bersama," pungkasnya.