Kementerian Koperasi dan UKM sedang siapkan ekosistem ekonomi hijau

·Bacaan 1 menit

Kementerian Koperasi dan UKM tengah menyiapkan ekosistem yang sehat untuk mendukung perkembangan kewirausahaan yang berbasis sosial dan ekonomi hijau.

"Tujuannya, agar lebih siap menghadapi tantangan ekonomi dan sosial ke depan," ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pada sebuah webinar sebagaimana dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan salah satu upaya menghadirkan ekosistem tersebut antara lain melalui Peraturan Presiden (Perpres) terkait kewirausahaan yang sedang menunggu penetapan.

Kemudian, lanjut dia, adanya penyediaan akses pembiayaan inklusif, fasilitasi pelatihan dan pemasaran usaha, serta penyiapan koperasi moderen sebagai lembaga yang tangguh dan adapatif.

Baca juga: Teten sebut Kementerian Koperasi dan UKM sangat vital bagi ekonomi RI

Teten memastikan prinsip kewirausahaan sosial telah lama dijalankan, karena sudah ada dalam prinsip koperasi yang mewajibkan pelaksanaan misi sosial demi kesejahteraan anggota selain menggerakkan roda ekonomi.

Selain itu, pemanfaatan koperasi juga dinilai akan memiliki posisi tawar yang kuat, terhubung hulu hilir, dan mudah mendapatkan akses pembiayaan.

Oleh karena itu, Menkop mengatakan pengembangan dan potensi kewirausahaan sosial di Indonesia sangat besar. Indonesia juga disebut berada di peringkat 9 dari 44 negara yang paling mendukung pengembangan wirausaha sosial.

Sektor wirausaha sosial yang potensial untuk dijalankan antara lain sektor industri kreatif sebesar 22 persen, pertanian dan perikanan 16 persen, dan pendidikan 15 persen.

"Masa depan Indonesia ada di tangan pemuda yang akan memajukan ekonomi yang berdampak sosial," kata Teten.

Baca juga: Teten Masduki targetkan peningkatan jumlah wirausaha perempuan

Baca juga: Teten Masduki: Industri kuliner berpotensi terus bertumbuh

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel