Kementerian PUPR: 429 paket infrastruktur 2021 sudah teken kontrak

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 1 menit

Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat hingga akhir Maret 2021 paket pengerjaan infrastruktur Cipta Karya yang sudah terkontrak sebanyak 429 paket dari 838 paket.

"Kegiatan paket kontraktual yang ada di Ditjen Cipta Karya adalah 838 paket. Namun yang telah terkontrak baru 429 paket," ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Diana Kusumastuti dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis.

Diana juga menambahkan bahwa untuk paket infrastruktur Cipta Karya yang baru proses lelang sebanyak 283 paket dan paket yang belum lelang hingga saat ini sebanyak 126 paket.

"Kami akan mendorong agar pada pertengahan April semua (paket) ini harus sudah terlelang," katanya.

Baca juga: Menteri PUPR tak ingin wariskan proyek mangkrak, harus tuntas 2024

Diana mengatakan jika melihat penyebarannya di masing-masing bagian hampir merata. Masalah-masalahnya antara lain masalah perencanaan, kemudian masih ada paket yang dalam proses dalam Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK), dan masih ada juga paket pengerjaan yang menunggu persetujuan dari pemberi pinjaman, serta ada juga yang masih berproses dalam masalah lahan.

Dalam kesempatan itu Diana juga memaparkan progres serapan anggaran Ditjen Cipta Karya tahun 2021 hingga akhir Maret, di mana untuk realisasi keuangan mencapai 12,13 persen sedangkan realisasi fisiknya mencapai 13,67 persen.

Realisasi keuangan tersebut melampaui rencana realisasi keuangan Ditjen Cipta Karya hingga akhir Maret 2021 yakni 11,36 persen.

"Kalau kita bandingkan dengan serapan anggaran tahun lalu pada periode yang sama, memang untuk realisasi saat ini lebih cepat. Secara prognosis hal tersebut juga sudah sesuai dengan target," kata Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR tersebut.

Baca juga: Kementerian PUPR: 12 proyek jalan-jembatan masuk skema KPBU