Kementerian PUPR Akan Menata Gedung Bersejarah di Kota Medan

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melakukan penataan terhadap gedung tua atau bersejarah di Kota Medan. Dengan tujuan akan memberikan nilai lebih dan mampu menjadi objek wisata baru di ibu kota Provinsi Sumatera Utara ini.

Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian PUPR, Diana Kusuma Astuti didampingi Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution dan Waki Wali Kota Medan, H. Aulia Rachman mengunjungi bangunan situs bersejarah di Kota Medan, seperti rumah Tjong A Afie, Pasar Ikan, bangunan London Sumatera (Lonsum) dan Gedung Het Warenhuis, di kawasan Kesawan, Rabu, 19 Mei 2021.

Dengan berjalan kaki, Diana, Bobby Nasution dan Aulia Rachman mendatangi gedung-gedung tua terletak di inti Kota Medan ini. Kementerian PUPR sudah memiliki konsep dalam penataan bangun bersejarah nanti dan pengerjaan dilakukan dalam waktu dekat ini.

"Mudah-mudah bisa melakukan penataan kota Medan lebih baik lagi dan menarik lagi," ujar Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Diana Kusuma Astuti kepada wartawan di Kota Medan.

Diana menjelaskan, pihak Kementerian PUPR akan melakukan penataan gedung-gedung tua seperti kota lama di Kota Semarang yang kini memiliki kondisi bangunan yang baik, tanpa mengurangi estetika bangunan pada masa lalu itu.

"Gambaran lebih baik, Kota Semarang, kota lama ditata lebih baik. Kota Semarang, kota mati tapi masih kota hidup sehingga akan kita tata lebih baik lagi," ujar Diana.

Sebelumnya, Wali Kota Medan Muhammad Bobby Nasution untuk melakukan penataan gedung tua di Medan, sudah membentuk Badan Pengelola Kawasan Wisata Kota Lama Kesawan (BPKWKLK) dapat mempercepat penataan kota lama Kesawan.

“Badan ini nantinya akan melaksanakan sebagian kewenangan konservasi dan revitalisasi kawasan wisata kota lama Kesawan,” tutur Bobby.

Pembentukan BPKWKLK tak lepas dari tekad menantu Presiden Jokowi itu, untuk menjadikan kawasan Kesawan sebagai ikon baru Kota Medan dan menjadi objek wisata yang dapat dikunjungi masyarakat ke depannya.

”Tidak hanya mengembalikan kejayaan Kota Medan pada masa lampau. Melalui BPKWKLK, kami berharap bisa menstimulus kembali perekonomian yang terpuruk akibat pandemi COVID-19. Utamanya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” ujar Bobby Nasution.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel