Kementerian PUPR alokasikan Rp20,6 miliar bangun Rusun ASN BPKP NTT

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan sebanyak Rp20,6 miliar dalam rangka membangun rumah susun (Rusun) bagi ASN Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

"Rumah Susun ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja para ASN BPKP di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur dan juga dapat menjadikan Nusa Tenggara Timur lebih maju," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Ia mengemukakan, Rusun tersebut dibangun sebanyak satu menara dan memiliki berbagai fasilitas pendukung seperti ruang serbaguna, ruang pengelola serta lapangan olahraga.

Lebih lanjut, Iwan menjelaskan bahwa pembangunan Rusun ini merupakan bagian dari Program Sejuta Rumah yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR.

Adanya Rusun tersebut, lanjutnya, diharapkan mampu memberikan hunian yang layak bagi ASN agar meningkatkan kinerja yang lebih baik.

Selain itu, dirinya juga berharap para ASN dapat segera membentuk pengelola untuk menjaga agar Rusun tersebut tetap terjaga kebersihannya, nyaman dan dapat dimanfaatkan dalam waktu yang lama.

Kepala Balai Pelaksanaan Penyediaan Perumahan Nusa Tenggara II Yublina menerangkan, Rusun ASN BPKP Provinsi Nusa Tenggara Timur tersebut dibangun oleh Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Nusa Tenggara Timur Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Nusa Tenggara II secara single year contract project pada tahun 2021.

Kontraktor pelaksana pembangunan adalah PT. Karuniaga Intisemesta dan Manajemen Konsultan PT. Buana Rekayasa Adhigana.

"Total anggaran yang digunakan untuk pembangunan Rumah Susun bagi para ASN BPKP Nusa Tenggara Timur ini adalah senilai Rp20,6 miliar," katanya.

Masa pembangunan Rusun ini dimulai sejak bulan Juni hingga Desember 2021. Sedangkan fasilitas yang ada di dalam Rusun bisa dimanfaatkan ASN BPKP untuk beribadah, ruang pertemuan hingga olahraga bersama.

"Rusun ini dibangun satu tower (menara) dengan ketinggian tiga lantai. Tipe hunian adalah tipe 36 yang terdiri dari 44 unit hunian. Lantai 1 sebanyak 12 unit hunian termasuk 1 ruang serba guna, Lantai 2 sebanyak 16 hunian, dan Lantai 3 sebanyak 16 hunian," terangnya.

Salah seorang penghuni, Zulkifli menyatakan, dirinya bersama para ASN lainnya sangat senang dan bahagia bisa mendapat bantuan Rusun dari Kementerian PUPR.

Menurutnya bangunan tersebut sangat baik dan fasilitasnya memadai dan mengucapkan terimakasih kepada Kementerian PUPR yang telah membangun Rusun untuk ASN BPKP Provinsi Nusa Tenggara Timur.

"Dulu sebelum Rusun ini selesai dibangun kami tinggal di kos kecil. Sekarang kami bisa tinggal di asrama yang lebih layak dan fasilitas pendukungnya sangat bagus, nyaman dan dekat dengan kantor sehingga bisa lebih meningkatkan kualitas kinerja kami dalam mengawas keuangan dan pembangunan di provinsi Nusa Tenggara Timur," kata Zulkifli.

Baca juga: PUPR mulai bangun Rusun ASN Kemenkeu di Papua senilai Rp25,5 miliar
Baca juga: Kementerian PUPR bangun rusun ASN di Banjarmasin Kalsel
Baca juga: Kementerian PUPR selesaikan pembangunan Rusun ASN di Ambon

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel