Kementerian PUPR Bangun Pos Perbatasan di Natuna

Daurina Lestari, Eduward Ambarita
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah memulai pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Serasan yang berada di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Pembangunan ini diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah perbatasan atau dikenal dengan 3T, terdepan, terluar, dan tertinggal.

Menurut Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, pos perbatasan dibangun sekaligus melaksanakan amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan 11 Pos Lintas Batas Negara Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan.

“Pembangunan PLBN tidak hanya sebagai gerbang masuk, namun menjadi embrio pusat pertumbuhan ekonomi wilayah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan,” kata Basuki, dikutip dari laman setkab.go.id, Rabu 30 Desember 2020.

Baca juga: Permohonan Izin Tinggal Meningkat, Didominasi WNA asal China

Basuki mengatakan, kegiatan sosial-ekonomi masyarakat akan terangkat saat berada di beranda terdepan Indonesia. Pengembangan PLBN tidak hanya menjadi kebanggaan bangsa Indonesia sebagai bangsa besar, tetapi yang terpenting adalah fungsi pertahanan keamanan, dan sekaligus sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah perbatasan Indonesia.

Sekadar diketahui, PLBN Terpadu Serasan, termasuk PLBN dengan kategori laut, sehingga hanya dapat diakses melalui jalur perairan. Dari data yang ada, jumlah pelintas PLBN Serasan sekitar 30 orang per pekan.

Namun, keberadaan PLBN Terpadu Serasan memiliki nilai strategis sebagai beranda terdepan Indonesia karena berbatasan langsung dengan Vietnam dan Kamboja di sebelah utara, serta Singapura dan Malaysia bagian barat dan timur.

Konstruksi PLBN Terpadu Serasan mulai dikerjakan Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kepulauan Riau dan Direktorat Jenderal Cipta Karya sejak 5 November 2020 dan ditargetkan selesai 27 Februari 2022.

Saat ini tengah dilakukan pekerjaan persiapan dan mobilisasi alat, serta material antara lain tiang pancang, pasir, batu split, besi cor, dan alat batching plant dengan progres fisik kontrak tahun jamak sebesar 3,45 persen atau setara 81,26 persen untuk Tahun Anggaran 2020.

Selanjutnya, untuk meningkatkan kualitas layanan PLBN, dibangun berbagai fasilitas di antaranya gudang barang, gudang transit, mess, dan wisma pegawai. Kemudian juga kantor administrasi, menara air, tempat cuci mobil, empat rumah dinas, pos jaga, power house, tempat pengelolaan sampah, rumah pompa air, dan bangunan penunjang lainnya.

Total nilai kontrak pembangunan PLBN Serasan sebesar Rp133,1 miliar yang bersumber dari APBN tahun 2020-2021.

Ke depan, pembangunan kawasan perbatasan PLBN terpadu ini tidak hanya bangunan pos lintas batas, namun juga kantor Syahbandar untuk mendukung pengawasan transportasi laut. Adapun PLBN Serasan berjarak sekitar 536,61 kilometer dari Pelabuhan Sri Bintan Pura, Kota Tanjung Pinang.

Untuk itu, pembangunan infrastruktur tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa atau kota-kota besar, melainkan juga di kawasan perbatasan maupun di pulau-pulau terdepan Nusantara, termasuk di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. (art)