Kementerian PUPR bangun rusun santri Rp4,2 miliar di Samarinda

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan membangun rumah susun (rusun) bagi para santri di Yayasan Pesantren Nabil Husein di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

"Ditjen Perumahan Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Kalimantan II melaksanakan salah satu amanat tugas dari Presiden Joko Widodo untuk memperhatikan infrastruktur pendukung pendidikan seperti hunian santri dan mahasiswa. Untuk menunjang pendidikan di Ponpes kami membangun menara rusun untuk menunjang kebutuhan hunian bagi para santri agar akan lebih fokus belajar mengejar prestasi," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto dalam rilis di Jakarta, Kamis.

Kepala Balai P2P Kalimantan II Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR H Hujat menyatakan,Pondok Pesantren Nabil Husein Samarinda merupakan salah satu pondok pesantren terbaik di Kalimantan, dan memiliki ribuan santri dari banyak daerah.

"Adanya rusun tersebut diharapkan bisa membantu Pondok Pesantren Nabil Husien yang mempunyai banyak santri agar bisa menyediakan hunian yang layak dan nyaman," katanya.

Dengan demikian, lanjutnya, para santri lebih fokus dan bersemangat hingga bisa menyelesaikan pendidikannya dengan baik.

Baca juga: Kementerian PUPR bangun rusun perguruan tinggi-pesantren di Kalbar

Pembangunan rusun tersebut, dilaksanakan oleh Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Kalimantan Timur Balai P2P Kalimantan II Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR dengan PT Rimba Raya Utama sebagai kontraktor pelaksana pembangunan dan CV Adhi Teknik sebagai konsultan manajemen kontruksi.

Pembangunan rusun santri tersebut dilaksanakan secara Single Years Contract (SYC) pada tahun anggaran 2021 dengan masa pelaksanaan pekerjaan 185 hari kerja.

Rusun ini dibangun dengan satu menara setinggi dua lantai dengan empat ruangan tipe barak mini yang bisa menampung sekitar 88 santri.

"Total anggaran pembangunan rusun ini sebesar Rp 4,2 miliar dan telah dilengkapi dengan furnitur berupa tempat tidur susun dan lemari pakaian untuk para santri. Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Kalimantan Timur beberapa waktu yang lalu juga sudah melaksanakan serah terima pengelolaan sementara kepada pihak Pondok Pesantren Nabil Husein Samarinda," terangnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Nabil Husein, H Nasikin, berterima kasih atas perhatian dari Kementerian PUPR dan mengatakan rusun tersebut sangat membantu pemenuhan hunian santri karena di setiap tahun ajaran baru pasti jumlah calon santri meningkat.

Baca juga: Kementerian PUPR bangun rusun pondok pesantren di Riau

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel