Kementerian PUPR berharap konstruksi 13 bendungan tuntas tahun ini

Nusarina Yuliastuti
·Bacaan 2 menit

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air berharap pembangunan 13 bendungan dapat selesai tahun ini dalam rangka meningkatkan kapasitas tampung air.

"Sebanyak 13 bendungan diharapkan selesai pada tahun 2021, sehingga kapasitas tampung air akan meningkat 730 juta meter kubik," ujar Direktur Bina Teknik Ditjen SDA Eko Winar Irianto dalam seminar daring di Jakarta, Senin.

Di samping itu Eko juga menambahkan irigasi yang dilayani jika 13 bendungan tersebut selesai, yakni bertambah sekitar 134.799 hektare.

"Kemudian (penyaluran) air baku juga akan meningkat menjadi 5,83 meter kubik/detik dari sebelumnya," kata Eko.

Baca juga: PP targetkan selesaikan dua bendungan di 2021

Dalam paparannya dia menyampaikan, Kementerian PUPR sedang membangun 13 bendungan antara lain Bendungan Margatiga dan Bendungan Way Sekampung di Lampung, Bendungan Kuningan, Ciawi dan Sukamahi di Jawa Barat, Bendungan Pidekso di Jawa Tengah, Bendungan Bendo, Gongseng dan Tugu di Jawa Timur.

Kemudian pembangunan Bendungan Bintang Bano di Nusa Tenggara Barat, Bendungan Paseloreng dan Karalloe di Sulawesi Selatan, serta Bendungan Ladongi di Sulawesi Tenggara.

Kementerian PUPR telah merampungkan pembangunan 18 bendungan yang meningkatkan volume tampungan menjadi 1,18 miliar meter kubik, kemudian irigasi yang dilayani bertambah menjadi 116.162 hektare dan penyaluran air baku naik menjadi 7,24 meter kubik/detik.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan Sindang Heula di Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Baca juga: Kementerian PUPR realisasikan pembangunan rusun Stisipol Tanjungpinang

Presiden mengatakan bahwa bendungan tersebut nantinya berfungsi untuk meningkatkan produktivitas pertanian dengan kapasitas 9,3 juta meter kubik. Bendungan tersebut akan memberikan manfaat bagi irigasi seluas 1.280 hektare sawah yang ada di Kabupaten Serang, Kota Serang dan sekitarnya di Provinsi Banten.

Kemudian, kata Jokowi, Bendungan Sindang Heula juga menyediakan air baku bagi daerah-daerah industri yang berkembang di Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon. Bendungan tersebut mampu menyediakan kebutuhan air baku sebanyak 0,80 meter kubik per detik.