Kementerian PUPR normalisasi sungai untuk cegah banjir di Bima

·Bacaan 1 menit

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara akan melakukan normalisasi sungai di kabupaten dan Kota Bima Nusa Tenggara Barat guna mencegah terjadinya banjir seperti yang terjadi pada 2021.

Kepala BWS Nusa Tenggara Hendra Ahyadi, di Mataram, Rabu, menyebutkan sungai yang akan dinormalisasi pada 2022, yakni Sungai Padolo di Kota Bima, karena menjadi salah satu titik banjir setiap musim penghujan.

"Pelaksanaan normalisasi Sungai Padolo akan dimulai pada 2022, setelah proses tender proyek selesai dilakukan," katanya.

Proses normalisasi Sungai Padolo, kata dia, berupa pelebaran hingga lima meter ke kiri dan ke kanan sehingga mampu menampung lebih banyak debit air. Selain itu, melakukan penguatan tebing di sekitar sungai.

Baca juga: Dua meninggal, 27.808 jiwa terdampak banjir di Kabupaten Bima

Baca juga: Gubernur NTB tinjau lokasi banjir Bima

Menurut Hendra, untuk proses perluasan sungai, pihaknya sudah merelokasi warga yang bermukim di sekitar sungai. Hal itu dilakukan agar proses normalisasi berjalan optimal.

"Jika proses normalisasi lancar, kami perkirakan banjir bisa ditekan pada tahun ini," ujarnya.

Ia mengatakan selain normalisasi sungai, pencegahan banjir di Bima diusulkan dengan pembangunan bendungan di Kota Bima, sehingga air bisa tertampung dengan optimal dan dimanfaatkan oleh warga.

Bendungan tersebut juga diusulkan oleh Wali Kota Bima H Muhammad Lutfi, ke Kementerian PUPR.

"Kami sudah memiliki desain bendungan di Bima, tapi masih ada tahapan evaluasi dulu, setelah itu baru kami usulkan ke Jakarta," kata Hendra.

Baca juga: Satu jembatan di Kota Bima rubuh akibat banjir bandang

Baca juga: Kepala Polda NTB: Kami gerak cepat tangani banjir di Bima

Baca juga: Presiden Jokowi kirim 13 ribu paket sembako untuk korban banjir Bima

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel