Kementerian PUPR pakai dana tanggap darurat perbaiki jalan Senggigi

·Bacaan 2 menit

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional Nusa Tenggara Barat menggunakan dana tanggap darurat dan APBN biasa untuk memperbaiki jalan negara di Senggigi Kabupaten Lombok Barat yang longsor.

Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) NTB Reiza Setiawan, di Mataram, Jumat, menyebutkan ada dua titik jalan mengalami kerusakan akibat tebing longsor. Kedua titik tersebut diperbaiki menggunakan dana tanggap darurat sebesar Rp12,1 miliar.

"Ada juga satu titik jalan yang ditangani, tapi tidak bisa dikatakan tanggap darurat karena yang longsor hanya trotoarnya saja, sedangkan jalannya tidak kena, tapi kalau tidak ditangani jalannya bisa ambles," katanya.

Ia mengatakan proses perbaikan sudah berjalan sejak April, setelah Kepolisian Resor Lombok Barat mengeluarkan izin pada Maret 2021. Saat ini, pekerjaan masih difokuskan pada penelitian struktur tanah untuk mendapatkan mendapatkan desain penahan tanah yang kuat.

Baca juga: Polda NTB cek proyek revitalisasi kawasan Senggigi alami longsor

Baca juga: Pemprov NTB distribusikan bantuan untuk korban longsor

Sebenarnya, kata Reiza, pihaknya ingin melakukan perbaikan secepatnya, namun polisi masih melakukan penyelidikan, sehingga harus menunggu izin terlebih dahulu.

"Karena itu jalan nasional dan menjadi tanggung jawab kami, maka harus dikoordinasikan dulu dengan Kepolisian Resor Lombok Barat," ujarnya.

Untuk pengerjaan di satu titik yang menggunakan dana APBN murni, kata dia, akan segera dilakukan karena sudah ada perusahaan pemenang tender.

Berbeda dengan yang menggunakan dana tanggap darurat tidak melalui proses tender.

Namun, Reiza memastikan bahwa seluruh pengerjaan perbaikan jalan di tiga titik jalan negara di kawasan wisata Senggigi yang tebingnya longsor ditargetkan rampung hingga akhir tahun 2021.

"Progres perbaikan jalan yang menggunakan dana tanggap darurat sudah mencapai 15 persen. Kalau yang pakai APBN biasa, pelaksanaan pekerjaan segera dilakukan," ucapnya pula.

Terkait trotoar yang rusak akibat tebing longsor, Reiza menegaskan bahwa itu merupakan ranah Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat selaku pelaksana proyek penataan kawasan wisata Senggigi.

"Kami hanya bertanggung jawab di badan jalan nasional. Kalau masalah trotoar itu ranahnya Dinas Pariwisata Lombok Barat," katanya.

Dua titik tebing di kawasan wisata Senggigi, Desa Batulayar Barat, Kabupaten Lombok Barat, longsor akibat hujan deras pada 6 Februari 2021. Akibatnya, trotoar yang baru dipasang ambles. Pada saat bersamaan, beberapa meter badan jalan negara ikut tergerus tanah longsor.*

Baca juga: Korban tewas longsor di Lombok Barat bertambah

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel