Kementerian PUPR: Program bedah rumah bantu pemulihan ekonomi

Budi Suyanto
·Bacaan 2 menit

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah untuk masyarakat secara tidak langsung ikut membantu Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Program BSPS ini sangat penting untuk mendukung PEN di Indonesia," kata Dirjen Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid dalam siaran pers di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, BSPS selain meningkatkan kualitas rumah, juga mendorong pemerataan ekonomi di masyarakat dengan melibatkan masyarakat melalui pelaksanaan padat karya dalam proses pembangunan rumah.

Khalawi menerangkan, dampak pandemi memang sangat dirasakan oleh masyarakat secara langsung maupun tidak langsung.

Baca juga: Menkeu: Disiplin kesehatan dan vaksinasi kunci pemulihan ekonomi

Namun demikian, lanjutnya, pemerintah melalui Kementerian PUPR terus berupaya agar perekonomian masyarakat di daerah terus berjalan dengan menyalurkan berbagai bantuan di sektor perumahan.

“Kami memastikan bahwa dana program BSPS atau bedah rumah disalurkan kepada masyarakat untuk pembangunan rumah yang layak huni. Masyarakat pun dilibatkan melalaui kegiatan padat karya sehingga mereka mendapatkan penghasilan sebagai tukang dalam proses pembangunan rumah tersebut,” paparnya.

Apalagi, ujar dia, BSPS memang menjadi salah satu program andalan pemerintah untuk membangkitkan perekonomian masyarakat di daerah.

Ia mengutarakan harapannya agar BSPS bisa mendapatkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan bidang perumahan baik pemda maupun masyarakat.

Sebelumnya, Khalawi meminta para pengembang di sektor properti dan perumahan untuk ikut membantu mendorong program PEN.

Baca juga: Menko Airlangga beberkan strategi pemulihan ekonomi 2021-2022

Dirjen Perumahan Kementerian PUPR, mengingatkan bahwa properti merupakan sektor strategis karena dapat memacu 175 industri lainnya sehingga dapat mendorong dan menjaga iklim investasi dan perekonomian di Indonesia.

"Sektor properti merupakan sektor strategis yang secara universal diakui bahwa sektor ini mampu menarik serta mendorong pertumbuhan berbagai kegiatan sektor ekonomi lainnya," ujarnya.

Khalawi menjelaskan, kontribusi Industri Properti terhadap PDB Nasional saat ini sebesar 2,77 persen pada tahun 2019, sehingga potensi untuk ruang berkembang sangatlah besar khususnya di kawasan ASEAN.

Apalagi, lanjutnya, saat ini industri properti menggunakan hampir 90 persen kandungan material lokal.