Kementerian PUPR serahkan pengelolaan dua menara Rusun ke BRIN

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyerahterimakan alih status penggunaan barang milik negara (BMN) berupa dua menara rumah susun (Rusun) kepada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

"Kami menyerahkan alih status penggunaan BMN dua tower (menara) Rusun kepada BRIN untuk dapat dikelola dengan baik dan dihuni oleh para peneliti di BRIN," ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, M Hidayat di Kantor BRIN, Jakarta, Kamis.

Ia mengemukakan, dengan adanya Rusun tersebut diharapkan dapat menjadi tempat tinggal bagi para peneliti BRIN sehingga mampu meningkatkan kualitas penelitian di Indonesia.

Hidayat menerangkan, seluruh Rusun yang diserahkan ini merupakan upaya Kementerian PUPR telah dilengkapi dengan perabot dan fasilitas pendukung yang memadai.

Oleh karena itu, para penghuni Rusun tersebut diharapkan juga dapat menghuni, merawat serta menjaga aset-aset BMN tersebut agar bisa memiliki usia pakai yang panjang.

Baca juga: Menteri PUPR dan JICA bahas jaminan mutu pembangunan IKN Nusantara

"Setelah serah terima barang dan pengelolaan ini maka apabila ada kerusakan yang diakibatkan pemakaian akan ditanggung oleh pihak yang menggunakan. Jadi kami harap seluruh aset yang ada bisa dijaga sebaik mungkin agar bisa dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lama," ujarnya.

Berdasarkan data yang ada di Direktorat Jenderal Perumahan, ada dua Rusun yang diserahterimakan pengelolaannya kepada BRIN.

Pertama adalah Rusun Puspitek – Ristek yang dibangun tahun 2015 yang berlokasi di Balai Besar teknologi Kekuatan Struktur (B2TKS) Pspitek, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten.

Rusun tersebut dibangun satu menara setinggi empat lantai dengan hunian tipe 36 dan diperuntukkan untuk para ASN. Total anggaran untuk pembangunan Rusun dan pengadaan perabotnya adalah Rp19,3 miliar.

Rusun yang kedua adalah Rusun ASN BATAN yang dibangun tahun 2018 di Jalan Raya Serpong Kompleks Puspitek, Kelurahan Setu, Kecamatan Serpong, Kota Tangserang Selatan, Banten.

Rusun yang kedua ini dibangun satu menara setinggi tiga lantai dengan jumlah hunian sebanyak 42 unit tipe 36. Total anggaran pembangunan Rusun dan pengadaan perabotnya sebanyak Rp12,9 miliar.

Baca juga: Menteri PUPR: Renovasi TMII tuntas akhir Juli 2022

"Kami harap BRIN bisa mengalokasikan biaya pemeliharaan serta membentuk pengelola Rusun serta membagi tugas dalam hal pemeliharaan, perawatan serta pengamanan Rusun ini. Jadi para penghuni Rusun bisa nyaman tinggal di Rusun ini," harapnya.

Plt. Sekretaris Utama BRIN, Nur Tri Aries Suestiningtyas menyatakan, BRIN sangat berterima kasih atas bantuan pembangunan Rusun yang dilaksanakan oleh kementerian PUPR. Pembangunan hunian vertikal tersebut sangat bermanfaat dan dapat menjadi hunian yang layak bagi para peneliti BRIN.

“BRIN merupakan gabungan dari berbagai lembaga penelitian di Indonesia yang memiliki ribuan pegawai dan memiliki aset yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Kami ingin kegiatan ini menjadi momentum jadi tertib administrasi dan mendata proses alih status berbagai aset yang ada di BRIN,” katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel