Kemkominfo ajak masyarakat Papua turut memerangi hoaks

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengajak masyarakat Papua turut cerdas memerangi informasi bohong atau hoaks yang menjadi ancaman nyata pada tengah perkembangan teknologi informasi di Bumi Cenderawasih.

Koordinator Informasi dan Komunikasi Hukum dan HAM, Kementerian Komunikasi dan Informatika Filmon Leonard Warouw dalam siaran pers di Jayapura, Rabu, mengatakan hoaks yang disebarkan dapat memberikan informasi yang menyesatkan dan dapat menyebabkan disintegrasi bangsa.

"Oleh karena itu pemerintah mengajak masyarakat untuk memerangi hoaks, " katanya.

Menurut Filmon, penyebaran hoaks pada era kini seakan memiliki jalan tol seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi. Hal ini karena masyarakat semakin terkoneksi dengan dunia maya.

"Dengan begitu keberadaan hoaks menjadi ancaman serius di samping keamanan siber, data pribadi, dan konten negatif, " ujarnya.

Dia menjelaskan pemerintah membutuhkan partisipasi masyarakat maupun komunitas untuk bersama-sama memerangi hoaks.

" Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam menangkal hoaks pun tidak pernah berhenti, dimana pemerintah telah melakukan penanganan terhadap 1,6 juta konten yang melanggar peraturan di berbagai situs, " katanya lagi.

Sementara itu, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Jayapura Sri Wijayanti mengatakan masyarakat Jayapura, Papua memiliki tingkat kesadaran yang tinggi dalam memilah informasi.

Dicontohkan nya beberapa waktu sebelumnya, informasi berantai yang muncul menyebut ada perekrutan CPNS di Jayapura.

Kata Sri, langkah masyarakat melakukan pengecekan ke pihak berkompeten guna memastikan kebenaran informasi yang diterimanya.

"Kesadaran masyarakat untuk selalu melakukan cek dan ricek sangat penting dalam menangkal hoaks dan ini sudah dilakukan oleh masyarakat Jayapura, " katanya.

Hal senada diungkapkan Content Creator Jeni Karay mengatakan judul informasi yang bombastis cenderung memiliki nilai yang negatif dan patut diragukan kebenarannya. Sehingga dirinya mengajak agar tidak terkecoh dengan judul melainkan harus menelaah isinya secara detail.

“Jadilah netizen yang smart, jangan gampangan. Dipikir dulu sebelum membagikan, apakah itu akan memberikan dampak yang bagus atau tidak, ” katanya.

Sekadar diketahui, sebelumnya telah dilakukan kegiatan diskusi dengan tema Pertunjukan Rakyat dengan tajuk 'Cerdas Memilah Informasi, Waspada Hoaks', di Stasiun TVRI Papua, pada Selasa (30/8).

Baca juga: Kemenkominfo siapkan pusat komunikasi publik KTT G20 untuk 1.400 media
Baca juga: DEWG ke-4 ajang unjuk gigi inovasi digital & UMKM