Kemkominfo Beri Akses Internet ke Puskesmas se-Indonesia untuk Bantu Atasi Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika mengakselerasi akses internet ke ribuan Puskesmas di seluruh Indonesia guna menangani Covid-19.

Diungkapkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika/ Menkominfo Johnny G. Plate, Kemkominfo menyediakan akses internet langsung dari satelit.

"Untuk menyediakan akses internet dalam waktu cepat, yaitu untuk pelayanan kesehatan, Kemkominfo mengintervensi dengan menyediakan akses internet langsung dari satelit ke 3.126 puskesmas dan fasyankes di seluruh Indonesia," kata Johnny G. Plate dalam acara live streaming Bincang Editor: Mampukah Internet RI Bantu Percepat Penanganan Covid-19 yang digelar Liputan6.com, Rabu (4/11/2020).

Sejauh ini, dari 3.126 puskesmas, Kemkominfo melalui BLU BAKTI telah menyediakan akses di 226 titik.

Menurutnya, pada kuartal ke-4 2020, Kemkominfo akan menyediakan akses internet ke 2.192 puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Hal ini dilakukan melalui kerja sama dengan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dan BLU BAKTI.

Sementara, akses internet untuk 708 puskesmas dan fasyankes, ditargetkan Jonny akan selesai pada kuartal I 2021.

Beda BTS dengan Akses Internet

Menkominfo Johnny G Plate dalam acara livestreaming Bicang Editor: Mampukah Internet RI Bantu Percepat Penanganan Covid-19 yang digelar Liputan6.com, Rabu (4/11/2020).
Menkominfo Johnny G Plate dalam acara livestreaming Bicang Editor: Mampukah Internet RI Bantu Percepat Penanganan Covid-19 yang digelar Liputan6.com, Rabu (4/11/2020).

"Sehingga nanti pada 2021, ada 3.126 puskesmas dan fasyankes yang siap melakukan seluruh kegiatan pemberantasan Covid-19, melengkapi 10.134 puskesmas di Indonesia yang sudah tersedia internet," kata dia.

Johnny menegaskan, akses internet berbeda dengan BTS. Menurutnya, BTS disediakan untuk satu wilayah secara keseluruhan. Sementara akses internet merupakan akses untuk satu titik tertentu, dalam hal ini adalah puskesmas, fasyankes, atau pun sekolah.

Masih dalam rangka menangani Covid-19, di sektor pendidikan, pemerintah menyediakan subsidi gratis paket data internet yang diberikan oleh Kemdikbud untuk sekolah umum dan Kemenag untuk pesantren. Total, subsidi ini menjangkau 60 juta siswa dan pengajar di seluruh Indonesia.

Manfaatkan AI

vertical internet
vertical internet

Tak lupa, Johnny mengatakan, pemerintah juga memanfaatkan AI atau kecerdasan buatan untuk mengatasi Covid-19, terutama dalam hal manajemen data.

Dalam hal kebijakan satu data, Johnny mengatakan, Kemkominfo melakukan kegiatan interoperabilitas data. Di mana, semua data yang terkumpul dari pemangku kepentingan daerah masuk ke Kementerian Kesehatan.

Selanjutnya, Kemkominfo melakukan data cleaning dan dilakukan interoperabilitas untuk menghasilkan data yang pasti. Data inilah yang menurut Johnny disampaikan ke publik.

"Data dikelola Kemkominfo semuanya menggunakan AI, tanpa menggunakan AI dalam (proses) counting, kita tidak mungkin satu per satu," kata Johnny.

Fungsi interoperabilitas juga memungkinkan minimnya kesalahan perhitungan karena ada penginputan data yang salah di hulu.

"Persoalan di hulu, dari yang input data, kalau input data secara reguler dengan benar, setelah ada transmisi komunikasi yang baik, data bisa dipindahkan ke pusat interoperabilitas di Jakarta. Kalau proses input data tidak benar, data tidak akan pas," kata dia.

Menurut Johnny, dengan interoperabilitas inilah data bisa diatur dan disajikan dengan baik sehingga tidak ada kebingungan seperti di awal penanganan Covid-19.

Johnny mengatakan, pemerintah saling berkoordinasi agar tidak ada kebingungan di masyarakat. Dari waktu ke waktu, pemerintah juga memperbaiki manajemen data mulai dari yang paling hulu (pejabat daerah) hingga pusat.

(Tin/Why)