Kemkominfo dorong anak muda berperan dalam transformasi digital ASEAN

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mendorong generasi muda yang lahir di tengah ekosistem digital untuk dapat mengambil peran penting dalam pelembagaan transformasi digital di Asia Tenggara.

"Kaum muda yang akan menentukan apakah jargon ASEAN yakni 'ASEAN, a digitally connected community' dapat terwujud pada tahun 2025 nanti dan seterusnya,” ujar Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang Digital dan Sumber Daya Manusia Dedy Permadi saat memberikan sambutan dalam Konferensi Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara - Universitas Gadjah Mada (UGM ASEAN Conference) 2022 secara virtual, Sabtu.

Dedy menyampaikan, laporan SEAN Digital Generation Report 2021 yang dirilis World Economic Forum dan Sea Ltd menunjukkan bahwa kaum muda berperan penting dalam pengembangan keterampilan digital selama pandemi COVID-19.

Baca juga: Kebutuhan talenta meningkat seiring transformasi digital nasional

Berdasarkan data tersebut, 36 persen responden mengaku bahwa sebagian besar keterampilan digital yang mereka miliki diajarkan oleh anak-anak muda yang berusia 16 hingga 35 tahun.

Oleh karena itu, Dedy mengatakan, anak muda perlu mempertahankan status keahlian dan meningkatkan keterampilan mereka untuk bisa menjadi bagian penting dalam transformasi digital.

Dedy melanjutkan, Kemkominfo sendiri terus mendorong peningkatan keterampilan digital kaum muda lewat program pengembangan talenta digital pada tiga level keterampilan. Pertama, Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi yang menyasar keterampilan digital dasar. Kedua, Digital Talent Scholarship (DTS), dan ketiga, Digital Leadership Academy (DLA) untuk tingkat lanjutan.

Dia mengatakan bahwa untuk program DLA, Kemkominfo bekerja sama dengan universitas terkemuka dunia yang menyasar para anak muda yang menduduki posisi strategis pengambil keputusan.

“Saya yakin bahwa program tersebut dapat menjadi tolok ukur serta inspirasi bagi negara lain, untuk membina talenta digital yang dapat mengoptimalkan transformasi digital di Indonesia,” ujar Dedy.

Baca juga: Tiga langkah Kominfo ciptakan ekosistem digital inklusif dan optimal

Baca juga: Kominfo: Pembangunan infrastruktur sokong transformasi digital

Baca juga: Transformasi digital Indonesia tarik minat industri global

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel