Kemkominfo Minta Masyarakat Download PeduliLindungi dari Sumber Resmi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) meminta agar masyarakat tidak men-download aplikasi PeduliLindungi dari sumber-sumber yang tidak terpercaya.

Devie Rahmawati, Tenaga Ahli Menkominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa, Rabu (8/9/2021), mengatakan bahwa PeduliLindungi bisa diunduh seperti di Google Play Store dan App Store.

"Hati-hati dengan link yang bisa jadi bukan link resmi, yang justru mungkin bisa membahayakan," kata Devie dalam diskusi daring Kemkominfo dan KPCPEN, dikutip dari siaran YouTube FMB9ID_IKP.

"Jadi artinya silahkan unduh di tempat yang memang sudah dipastikan merupakan tempat di mana aplikasi tempat untuk diunduh tersebut berada, yaitu di Google Play Store atau App Store misalnya," sambungnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

39 Juta Pengguna

Berikut daftar lengkap kegiatan yang wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi selama PPKM. (dok.Fimela.com)
Berikut daftar lengkap kegiatan yang wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi selama PPKM. (dok.Fimela.com)

Devie pun mengatakan, untuk mengisi data di aplikasi PeduliLindungi pun tak jauh berbeda dengan pengisian serupa di media sosial.

Menurutnya, setelah dipasang dan masuk ke aplikasi tersebut, seseorang bisa menggunakan PeduliLindungi dengan memindai barcode yang tersedia di lokasi yang dituju.

Dalam pemaparannya, Devie menyebutkan bahwa aplikasi PeduliLindungi sudah digunakan oleh 39.886.000 pengguna.

"Dengan fitur skrining di fasilitas publik yang telah digunakan juga sebanyak hampir 23 juta kira-kira."

Devie mengatakan, per 8 September 2021, fitur ini telah digunakan sebagai akses masuk dan keluar di 4.637 titik lokasi. Di antaranya 100 stasiun, 254 gedung, serta 1.349 lokasi perkantoran dan industri.

Fitur tersebut juga dimanfaatkan 256 hotel dan pusat perbelanjaan, 960 restoran, dan lain-lain.

Bikin Susah Masyarakat?

Calon penumpang KRL memindai kode batang melalui aplikasi PeduliLindungi di Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (7/9/2021). PT KAI Commuter melakukan uji coba penggunaan aplikasi PeduliLindungi bagi pengguna KRL di 11 stasiun, diantaranya Stasiun Jakarta Kota dan Juanda. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Calon penumpang KRL memindai kode batang melalui aplikasi PeduliLindungi di Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (7/9/2021). PT KAI Commuter melakukan uji coba penggunaan aplikasi PeduliLindungi bagi pengguna KRL di 11 stasiun, diantaranya Stasiun Jakarta Kota dan Juanda. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

"Titik-titik layanan tersebut nanti akan diperluas seiring dengan pembukaan secara bertahap untuk enam sektor prioritas," kata Devie.

Keenam sektor prioritas tersebut adalah perdagangan, pariwisata, transportasi, pendidikan, keagamaan, dan perkantoran dan pabrik.

Devie mengklaim fitur PeduliLindungi ini tidak bertujuan untuk menyusahkan masyarakat. "Ini tujuannya adalah ingin memastikan dan warga itu jadi punya semacam pelindung diri."

Ia mengatakan, dengan aplikasi ini, masing-masing pengguna bisa dengan mudah mengetahui apakah tempat yang dikunjunginya aman atau tidak dari risiko penularan Covid-19.

"Ini jadi semacam 'asisten pribadi' masyarakat untuk bisa menjamin, paling tidak, berupa informasi atau alarm awal, ketika masyarakat ingin mengakses tempat-tempat," ucapnya memungkaskan.

(Dio/Isk)

Infografis Cara Cek Sertifikat Vaksin Covid-19 di Situs PeduliLindungi

Infografis Cara Cek Sertifikat Vaksin Covid-19 di Situs PeduliLindungi. (Liputan6.com/Niman)
Infografis Cara Cek Sertifikat Vaksin Covid-19 di Situs PeduliLindungi. (Liputan6.com/Niman)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel