Kemkominfo Minta Platform Medsos Hapus Konten Kekerasan Terkait Bom Gereja Katedral Makassar

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) melakukan patroli siber untuk menelusuri konten-konten kekerasan, potongan tubuh, dan luka-luka terkait dengan pengemboman Gereja Katedral Makassar yang menyebar di media sosial.

Kemkominfo sebelumnya mengimbau konten-konten tersebut untuk tidak dipublikasikan di media sosial.

Juru Bicara Kemkominfo Dedy Permadi mengungkap, hingga Senin (29/3/2021) pukul 10.00 WIB, Kemkominfo menjaring 134 konten kekerasan terkait bom Gereja katedral Makassar.

Ada pun rincian konten tersebar di berbagai platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan YouTube.

"Konten di Facebook 34, Instagram 21, Twitter 59, dan YouTube 20 konten, dengan total 134 konten," kata Dedy dalam keterangan yang diterima Tekno Liputan6.com, Senin (29/3/2021).

Dedy mengatakan, keseluruhan konten tersebut telah diajukan Kemkominfo ke masing-masing platform untuk diblokir atau pemutusan akses.

"Kami kembali menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebarluaskan konten seperti tersebut di atas dan bersama-sama menangkal paham radikalisme-terorisme baik di ruang fisik maupun ruang digital," kata Dedy.

Masyarakat Diimbau Tak Sebar Konten Kekerasan

Polisi berjaga di luar gereja setelah ledakan di Makassar (28/3/2021). Ledakan diduga bom terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3/2021). (AFP/Indra Abriyanto)
Polisi berjaga di luar gereja setelah ledakan di Makassar (28/3/2021). Ledakan diduga bom terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3/2021). (AFP/Indra Abriyanto)

Sebelumnya, usai peristiwa ledakan di Gereja Katedral Makassar, Menkominfo (Menteri Komunikasi dan Informatika) Johnny G. Plate mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak menyebarluaskan konten negatif yang berkaitan dengan aksi terorisme.

Menurut Johnny, sambil menunggu penanganan sekaligus mendukung kerja kepolisian, setiap orang wajib menjaga ruang digital tetap bersih dan aman.

Oleh sebab itu, dia meminta masyarakat tidak ikut mengunggah atau menyebarluaskan konten foto, gambar, atau video korban aksi terorisme di media manapun.

Seperti diketahui, hari ini ada ledakan yang diduga berasal dari bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar. Peristiwa ledakan disebut terjadi sekitar pukul 10.30 WITA.

"Karena dengan menyebarkan itu akan memberikan peluang bagi pelaku teror untuk mencapai tujuannya, yakni menyebarkan ketakutan di kalangan masyarakat," tuturnya dalam siaran pers yang diterima, Minggu (28/3/2021).

Lebih lanjut Johnny juga mengajak masyarakat untuk mengisi ruang digital dengan konten positif yang saling mendukung atau memberi semangat.

Jaga Keamanan Ruang Digital

"Mari jaga ruang digital kita, jika ada konten yang tak layak, mari melakukan komplain ke penyedia platform agar Facebook, Twitter, IG, Youtube dan sebagainya agar segera menurunkan konten tak layak itu," tuturnya.

Johnny pun mengatakan seluruh sivitas Kementerian Kominfo menyampaikan keprihatinan dan duka pada korban maupun keluarga di peristiwa bom Gereja Katedral Makassar ini.

Dia turut menyatakan Kemkominfo mengutuk setiap aksi teror sekaligus menyerukan masyarakat tetap tenang dan menggalang kebersamaan.

(Tin/Isk)