Kemkominfo Tata Spektrum Frekuensi Demi Geber 4G dan 5G

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika/Kemkominfo mengatakan pihaknya telah melakukan farming dan refarming penataan spektrum frekuensi di sepanjang 2021 sebagai upaya optimalisasi layanan 4G, pengembangan 5G.

Untuk 5G, menurut Juru Bicara Kemkominfo Dedy Permadi, layanan jaringan seluler terbaru itu sudah tersedia di beberapa area residensial dan hotspot di 13 kota di Indonesia, melalui Telkomsel, XL Axiata, dan Indosat Ooredoo.

"Kemkominfo melalui operator seluler juga menghadirkan 5G experience di beberapa event, seperti peluncuran gerakan bangga buatan Indonesia di Labuan Bajo, PON XX di Papua di stadion Lucas Enembe dan pameran Pusat Industri 4.0 di Jakarta," tuturnya dalam konferesi pers Mendigitalkan Indonesia: Retrospeksi Kominfo 2021 dan Outlook 2022 secara virtual, Kamis (30/12/2021).

Lebih lanjut ia menuturkan, Kemkominfo juga akan terus mendorong pengembangan konektivitas 5G. Salah satunya adalah dengan menghadirkan 5G experience dalam Gelaran MotoGP 2022 dan event penting G20.

Masih terkait dengan upaya menenuhi kebutuhan frekuensi untuk menggelar koneksi 4G dan 5G, Kemkominfo juga melakukan penataan frekuensi radio. Salah satunya dengan menjalankan program Analog Switch Off (ASO) atau digitalisasi TV.

Upaya digitalisasi penyiaran melalui ASO akan membebaskan 112 Mhz frekuensi sebagai digital dividend pada spektrum frekuensi 700 Mhz

"Dengan demikian, Indonesia menyambut era baru siaran TV digital," tuturnya. Namun langkah ini masih menghadapi tantangan terutama untuk mendorong penyelenggaran layanan multipleksi berkontribusi dalam penyediaan STB di rumah tangga miskin secara mencukupi.

Saat ini, ada 283 lembaga penyiaran telah melakukan siaran secara simulcast. Menurut Dedy, ASO akan diberlakukan dalam tiga tahap. ASO Tahap pertama akan dilakukan 30 April 2022, ASO Tahap Kedua dilakukan 25 Agustus 2022, sedangkan tahap ketiga diadakan pada 2 November 2022.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Menkominfo: Sektor Informasi dan Komunikasi Tumbuh Positif di Tengah Pandemi

Menkominfo Johnny G. Plate dalam Webinar Retropeksi 2021 dan Outlook 2022 (Foto: Kemkominfo).
Menkominfo Johnny G. Plate dalam Webinar Retropeksi 2021 dan Outlook 2022 (Foto: Kemkominfo).

Di sisi lain, pandemi mendorong masyarakat Indonesia bermigrasi ke ruang digital. Menkominfo Johnny G. Plate pun menyebut, pemerintah berupaya mengelola akselerasi transformasi digital nasional untuk pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia menyebut, pandemi telah jadi blessing in disguise untuk sektor informasi dan komunikasi, hal ini terbukti dari tumbuhnya ekonomi di sektor infokom selama 2021.

"Pada 2021, sektor informasi dan komunikasi tumbuh positif berturut-turut, yaitu 8,72 persen, 6,87 persen, dan 5,51 persen year on year," kata Johnny G. Plate dalam Webinar Retrospeksi 2021 dan Outlook 2022.

Perlunya migrasi aktivitas fisik ke digital menurut Johnny, perlu dibarengi dengan pembangunan infrastruktur telekomunikasi.

Ia menyebut, Kemkominfo melaksanakan arahan presiden untuk memastikan transformasi digital dilaksanakan dengan baik. Hal ini pun pada gilirannya akan mendorong kemampuan dan resiliensi negara ke era digital.

Johnny juga merinci apa saja yang telah dilakukan Kemkominfo sepanjang 2021 ini, salah satunya dalam pembangunan infrastruktur digital.

"Akselerasi transformasi digital dilakukan di semua level dan layer, Kemkominfo harus mengakselerasi di semua aspek, termasuk di ICT infrastructure, pada sisi paling hulu dengan penggelaran fiber optik jaringan tulang punggung nasional," kata Johnny.

Pembangunan Fiber Optik

Dalam penggelaran fiber optik ini, Kemkominfo pada 2021 membangun 359 ribu Km fiber optik di darat dan laut, termasuk Palapa Ring sepanjang 12.399 Km. Namun hal tersebut masih belum cukup.

"Kita butuh penggelaran jaringan fiber optik di darat dan laut untuk menghubungkan titik-titik yang belum terkoneksi, yakni pembangunan sepanjang 12.083 Km, sebagai ekstensi dari Palapa Ring (Proyek ini bernama Palapa Ring integrasi)," kata Johnny.

Dengan pembangunan ekstensi ini, penggelaran fiber optik memungkinkan utilisasi infrastruktur tulang punggung menjadi lebih baik.

Johnny mengibaratkannya dengan pembangunan bendungan besar, di mana setelah membangun bendungan besar perlu juga ditambah dengan saluran primer dan dilanjutkan dengan saluran sekunder dan tersier. Dengan begitu, air bisa mengalir hingga sawah-sawah.

"Demikian juga dengan telekomunikasi, pembangun jaringan tulang punggung harus selesai dari ujung ke ujung, kalau tidak, utilisasinya tidak akan optimal. Saat ini Kemkominfo harus melengkapi (pembangunan Palapa Ring Integrasi) sepanjang 12.083 Km. Kita tidak bisa menunggu operator seluler membangun karena waktunya entah kapan," katanya.

Dia menargetkan agar pembangunan fiber optik integrasi ini bisa selesai pada 2022, sehingga total kabel fiber optik yang akan melengkapi hampir 370 ribu Km baik di darat maupun laut.

(Dam/Tin)

Infografis Tentang 5G

Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel