Kemlu Desak Inggris Tak Perlakukan Tim Badminton Indonesia Secara Diskriminatif

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - KBRI London menegaskan bahwa pihaknya telah menghubungi Duta Besar Inggris di Indonesia, Owen Jenkins terkait mundurnya tim bulutangkis untuk ajang All England 2021.

Duta Besar RI di London, Desra Percaya telah melakukan komunikasi kepada Dubes Owen Jenkins agar ia melakukan intervensi ke otoritas kesehatan Inggris (NHS) untuk memastikan alasan dan narasi kewajiban isolasi mandiri selama sepuluh hari.

Selain itu, Dubes Desra juga ingin memastikan bahwa tidak ada diskriminasi dan perlakuan tidak adil terhadap atlet Indonesia dan opsi kemungkinan tindakan yang mungkinkan atlet Indonesia melanjutkan kompetisi di All England.

Sementara itu, KBRI juga akan melakukan pendekatan langsung kepada otoritas Inggris, terutama NHS dan BWF sebagai penyelenggara dengan pesan yang sama sebagaimana disampaikan Dubes RI kepada Dubes Inggris di Jakarta.

Tim Bulutangkis Indonesia Terpaksa Mundur

Ganda putra Indonesia Hendra Setiawan / Mohammad Ahsan mengalahkan Ben Lane / Sean Vendy pada babak pertama All England 2021 di Utilita Arena Birmingham, Inggris, Rabu, 17 Maret. (foto: BWF-limited acces)
Ganda putra Indonesia Hendra Setiawan / Mohammad Ahsan mengalahkan Ben Lane / Sean Vendy pada babak pertama All England 2021 di Utilita Arena Birmingham, Inggris, Rabu, 17 Maret. (foto: BWF-limited acces)

Tim bulutangkis Indonesia terpaksa mundur setelah ditemukannya kasus positif COVID-19 terhadap salah satu penumpang yang berada di pesawat yang sama dengan tim Indonesia.

Tim Indonesia harus menaati aturan dari pemerintah Inggris yang menyatakan kewajiban melakukan isolasi mandiri selama sepuluh hari jika berada di pesawat yang sama dengan orang terdeteksi positif COVID-19.

Sementara ini, tim Indonesia akan menjalani isolasi mandiri di Crowne Plaza Birmingham City Centre hingga 23 Maret 2021, terhitung 10 hari sejak kedatangan tim ke Birmingham akhir pekan lalu.

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini: