Kemlu: IK-CEPA buka jalan baru kerja sama strategis RI-Korea Selatan

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 1 menit

Direktur Asia Timur dan Pasifik Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Santo Darmosumarto mengatakan Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) membuka jalan baru kerja sama di bidang-bidang strategis.

"Indonesia dan Korea Selatan berada di jalur yang benar menuju kerja sama yang lebih baik dan pertumbuhan yang berkelanjutan," kata Santo dalam seminar virtual (webinar) internasional bertemakan "Enhancing Indonesia-South Korea Connectivity", Jakarta, Senin.

IK-CEPA akan mendorong transisi Indonesia dari perakitan serta produksi suku cadang dan komponen menjadi produksi kendaraan listrik, baterai, aksesori mobil.

Indonesia diharapkan dapat menjadi hub regional elektronik untuk pasar Asia dan Timur Tengah.

Baca juga: IK-CEPA tingkatkan konektivitas-kerja sama ekonomi Indonesia-Korsel

Santo menuturkan IK-CEPA mempromosikan peningkatan industri dari sektor teknologi rendah dan menengah ke sektor teknologi tinggi.

IK-CEPA juga mendorong integrasi yang lebih besar ke dalam jaringan rantai nilai Korea Selatan.

Menurut Santo, kedua negara harus bekerja lebih dekat dan lebih kreatif dalam pembuatan kebijakan untuk memastikan pemulihan ekonomi yang cepat.

Baca juga: Dubes: IK-CEPA dapat dorong upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi

"Tidak ada artinya jika kita tidak benar-benar melakukan langkah konkret untuk dilaksanakan," ujarnya.

Pada kemitraan strategis khusus, Santo mengatakan banyak peluang yang bisa dimanfaatkan Indonesia dan Korea Selatan, antara lain pemanfaatan pasar baru yang melibatkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan mempromosikan program pertukaran.

Santo menuturkan 20 persen ekspor Indonesia ke Korea Selatan masih berupa produk komoditas. Melalui kerja sama itu, lanjutnya, maka diharapkan dapat mengeksplorasi lebih banyak dan beragam produk kerja sama di lintas bidang, seperti di bidang riset dan pengembangan untuk berbagai isu, kerja sama bidang kesehatan dan isu terkait COVID-19, pariwisata, keamanan siber, kelautan dan perikanan, audit keuangan, e-governance, serta program hijau dan berkelanjutan.

Baca juga: Indonesia ajak Korsel kerja sama dengan ASEAN dalam teknologi baru