Kemlu RI Bantah Jepang Keluarkan Peringatan Terorisme di Indonesia

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) membantah kabar bahwa Jepang mengeluarkan peringatan ancaman terorisme di Indonesia.

Sempat beredar kabar bahwa Jepang mengirim email peringatan terorisme di negara-negara Asia Tenggara. Warga Jepang di negara ASEAN seperti Malaysia, Filipina, dan Thailand juga dapat.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah, menegaskan bahwa tak ada pesan demikian untuk Indonesia.

"Sudah dikonfirmasikan dengan Kedubes Jepang di Jakarta dan dijelaskan bahwa Kedubes Jepang tidak mengeluarkan warning seperti yang ditanyakan," ujar Faiza kepada Liputan6.com, Selasa (14/9/2021).

Sementara, pemerintah Thailand dan Malaysia telah merespons adanya email tersebut. Pihak Thailand berkata peringatan itu bersifat umum saja, sementara pihak Malaysia menjelaskan peringatan itu terkait 20 tahun serangan 9/11 di New York.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Respons Malaysia

Polisi berjaga di luar gerbang utama Istana Nasional saat Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin bertemu dengan raja di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (16/8/2021). Selama pemerintahannya, Muhyiddin Yassin fokus memimpin Malaysia melawan pandemi COVID-19. (AP Photo/FL Wong)
Polisi berjaga di luar gerbang utama Istana Nasional saat Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin bertemu dengan raja di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (16/8/2021). Selama pemerintahannya, Muhyiddin Yassin fokus memimpin Malaysia melawan pandemi COVID-19. (AP Photo/FL Wong)

Menurut laporan The Star, Selasa (14/9/2021), kepolisian Malaysia berkata peringatan itu adalah hal rutin saja, dan ini masih terkait dengan peringatan serangan 11 September 2001.

"Travel advisory yang dikeluarkan Kedubes Jepang adalah tindakan rutin yang mengingatkan warga Jepang di wilayah ini untuk berhati-hati, terkait peringatan ke-20 serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat," ujar Komisioner Datuk Zamri Yahya dari Kepolisian Kerajaan Malaysia.

Ia pun menduga ini masih terkait bangkitnya Taliban di Afghanistan. Pihak kepolisian pun berjanji akan memonitor situasi-situasi yang berkembang di Malaysia.

Baca selengkapnya...

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel