Kemlu RI: ICCD 2021 Buka Peluang Upaya Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi COVID-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Luar Negeri RI menekankan pentingnya digital diplomasi dalam rangka menjalankan peluang kerja sama terutama bidang ekonomi saat masa pandemi COVID-19. International Conference on Digital Diplomacy (ICCD) 2021 pun diselenggarakan secara hybrid dengan partisipasi lebih dari 4.300 orang mancanegara, baik dari sektor pemerintah, swasta maupun lainnya.

"ICCD ini merupakan lanjutan dari program sebelumnya yang diinisiasi oleh Indonesia dua tahun lalu, lebih tepatnya pada 2019 sebagai forum antar pemerintah di kawasan untuk membahas diplomasi digital," ujar Jubir Kemlu RI Teuku Faizasyah pada Selasa (16/11/2021) dalam konferensi pers virtual.

"ICCD bertujuan mempromosikan dan memperluas pertukaran ide dan pengalaman serta mencari peluang kerja sama di bidang diplomasi digital antar negara di dunia khususnya dalam konteks mengatasi COVID-19 dan isu lainnya," tambahnya.

Teuku Faizasyah menyampaikan bahwa tiap perwakilan negara peserta menyampaikan pengalaman dan pemikiran dalam mengatasi peran diplomasi digital untuk penanganan krisis serta potensi diplomasi digital dalam menjalankan peluang kerja sama ekonomi di masa akan datang.

"Kita juga tadi mencatat berbagai perpektif dari peserta yang menunjukkan berbagai tantangan dan peluang. Secara khusus, menteri luar negeri RI menekankan tiga poin utama dalam konteks diplomasi digital."

Dalam pembukaan ICCD, Menlu Retno Marsudi menyampaikan tiga poin yang meliputi; memperkuat kepercayaan dalam diplomasi digital, menjembatani kesenjangan dalam diplomasi digital antar negara dan menggunakan diplomasi digital untuk mengatasi isu-isu global.

"Dengan memanfaatkan platform digital yang sudah ada dan mengembangkan teknologi baru, seperti kecerdasan buatan bisa mendukung program diplomasi dengan efisien," ujar Teuku Faizasyah.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pandemi COVID-19 Ubah Cara Berdiplomasi

Menlu Retno Marsudi saat memimpin Pertemuan COVAX AMC Engagement Group (AMC EG) secara virtual. (Dok: Kemlu RI)
Menlu Retno Marsudi saat memimpin Pertemuan COVAX AMC Engagement Group (AMC EG) secara virtual. (Dok: Kemlu RI)

Sebelumnya, Retno Marsudi menyampaikan bahwa dalam waktu hampir dua tahun, dunia sangat dihadapkan dengan tantangan selama pandemi COVID-19. Hal ini ia sampaikan dalam pembukaan ICCD 2021.

"Dunia kita hari ini berbeda dari dua tahun lalu. Ketika kami menyelenggarakan konferensi regional dengan tema yang sama," kata Retno Marsudi dalam siaran live streaming di akun Kemlu RI.

"Pandemi telah mengubah cara kita melakukan diplomasi, dan memaksa kita untuk lebih mengandalkan teknologi. Sejujurnya, kita semua telah menggunakan diplomasi digital selama beberapa waktu meskipun sebagian besar sebagai sarana diplomasi publik," tambahnya.

Meski begitu Retno mengatakan bahwa diplomasi virtual yang dijalankan ini telah terbukti manfaatnya.

"Sekarang, para pemimpin dunia tidak perlu melakukan perjalanan untuk menghadiri pertemuan. Mereka dapat mengirim pidato yang telah direkam sebelumnya atau menyampaikannya secara virtual."

"Dewan Keamanan PBB memilih resolusi dengan surat email. COVAX berhasil mengoordinasikan pengiriman hampir 450 juta dosis vaksin ke seluruh dunia tanpa melalui pertemuan fisik."

"Sementara di Indonesia, negosiasi online berujung pada finalisasi Indonesia-RoK CEPA dan Indonesia-Mozambik PTA."

Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia

Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel