Kemnaker Minta Manajemen Indomaret dan Pekerja Saling Menahan Diri

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah memfasilitasi pertemuan antara pengelola PT Indomarco Prismatama selaku pengelola ritel Indomaret dan serikat pekerja atas persoalan ketenagakerjaan terkait pembayaran THR di Kantor Kemnaker, Jakarta, pada hari Jumat (28/5).

Kemnaker berharap pihak-pihak yang terlibat dalam persoalan ketenagakerjaan di PT Indomarco Prismatama tersebut untuk mengedepankan asas musyawarah dan mufakat dalam menyelesaikan masalah ini.

"Kemnaker melalui Ditjen PHI dan Jamsos telah melakukan fasilitasi dengan mempertemukan manajemen Indomarco dengan Serikat Pekerja/Serikat Buruh, untuk bersama-sama mencari solusi dan jalan terbaik dengan mengedepankan iktikad baik, untuk menjaga hubungan industrial yang harmonis dan kondusif," kata Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker Indah Anggoro Putri dalam pernyataannya, Sabtu (29/5/2021).

Putri mengatakan, dalam audiensi tersebut, pihaknya meminta kepada seluruh pihak untuk menahan diri dengan tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan antar pihak maupun masyarakat.

"Kami mengimbau dan meminta manajemen Indomaret dan pekerja untuk menahan diri dan melakukan dialog bipartit untuk menyelesaikan masalah yang terjadi," terangnya.

Sepakat Cari Solusi

Buruh menggelar aksi kampanye boikot Indomaret di depan Kantor PT Indomarco Prismatama (Indomaret), Jakarta Utara, Kamis (27/5/2021). Aksi itu dukungan terhadap Anwar Bessy, karyawan Indomaret Group yang diseret ke pengadilan oleh perusahaan ritel tersebut. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Buruh menggelar aksi kampanye boikot Indomaret di depan Kantor PT Indomarco Prismatama (Indomaret), Jakarta Utara, Kamis (27/5/2021). Aksi itu dukungan terhadap Anwar Bessy, karyawan Indomaret Group yang diseret ke pengadilan oleh perusahaan ritel tersebut. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Dia menambahkan, melalui pertemuan ini, kedua belah pihak telah menyatakan komitmennya untuk mencari solusi yang menguntungkan kedua belah pihak dan menyelesaikan persoalan yang terjadi.

"Respon dari kedua belah pihak adalah mereka akan berupaya menyelesaikan persoalan ini dengan baik. Memang butuh waktu, tapi kita harus kedepankan semangat dialog secara bipatit antara kedua belah pihak," ungkapnya.

Putri juga meminta seluruh pihak untuk terus memupuk dialog sosial antara manajemen dengan SP/SB sebagai instrumen untuk bertukar pikiran dan mempererat kebersamaan. Dialog sosial jangan hanya dilakukan manakala ada permasalahan saja.

"Situasi pandemi COVID-19 ini telah membawa kita pada kondisi yang sulit. Oleh karenanya, kita harus bersatu, saling memahami, dan saling mendukung agar kita dapat bertahan dan keluar dari situasi ini," tukasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: