Kemnaker segera bangun BLKI songsong perpindahan IKN baru

·Bacaan 1 menit

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI segera membangun Balai Latihan Kerja dan Industri (BLKI) di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim), sebagai langkah untuk menyongsong perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) baru.

"Pembangunan BLKI yang diharapkan terealisasi dalam dekat, merupakan salah satu upaya kita menyiapkan tenaga kerja terampil guna menyongsong IKN baru di Provinsi Kaltim," ujar Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah di Samarinda, Senin.

Hal ini dikatakan Menaker saat membuka Sosialisasi Pemagangan Luar Negeri di Hotel Mercure Samarinda. Sosialisasi ini juga dihadiri Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah

Kehadiran Edi Damansyah adalah untuk menyerahkan Surat Keputusan Bupati Kutai Kertanagara tentang Persetujuan Penetapan Lokasi Pembangunan BLKI Pertanian Terpadu di kabupaten tersebut kepada Dirjen Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker Budi Hartawan.

Surat keputusan ini merupakan bentuk komitmen dan perhatian Pemkab Kutai Kartanegara dalam peningkatan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara khususnya, serta Provinsi Kaltim umumnya.

"Kami sangat mengapresiasi Bapak Bupati Kutai Kartanegara atas komitmen dan dukungannya. Semoga dengan adanya BLKI Pertanian Terpadu mendatang, kita mampu mencetak tenaga kompeten lebih cepat dan lebih banyak," ujarnya.

Ia berharap semoga dalam waktu dekat dapat melihat berdirinya workshop pelatihan pertanian terpadu, sebagai bagian dari pengembangan BLK Samarinda di Kutai Kartanegara.

Menurutnya, pendirian workshop mendatang merupakan bagian dari program transformasi BLK, yang merupakan salah satu prioritas dalam 9 lompatan besar Menteri Ketenagakerjaan.

"Saya berharap workshop mendatang dapat menjadi 'center of excellence' pengembangan SDM di Kaltim. Lokasi ini kami nilai sangat strategis, karena dapat mendukung pengembangan IKN baru," katanya.

Baca juga: Kemnaker apresiasi dukungan Austria dalam pengembangan BLK Maritim

Baca juga: Kemnaker sebut peserta magang ke Jepang capai 85.415 orang

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel