Kemnaker targetkan 125 ribu penerima manfaat terima TKM Pemula

Pemerintah lewat Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menargetkan mencapai 125.000 penerima manfaat dari Program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Pemula atau 12.500 kelompok masyarakat.

"Stimulan ini, diberikan agar masyarakat atau TKM Pemula dapat berusaha secara mandiri sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan dan memberikan penghasilan bagi dirinya sendiri atau bagi orang lain," kata Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker Suhartono, Jumat.

Dalam sambutan pembekalan TKM Pemula tahun 2022 di Semarang, Jawa Tengah pada hari ini, Suhartono menjelaskan Program TKM Pemula merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang disiapkan Kemnaker dan telah berjalan sejak beberapa tahun terakhir.

Program itu bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja dan peluang usaha bagi masyarakat usai pandemi COVID-19 dan akibat keterbatasan lapangan pekerjaan serta karena tidak terserap di dunia industri.

Ratusan ribu calon penerima yang mengikuti pembekalan tahap pertama sendiri berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Barat dan Banten dan akan dilanjutkan pembekalan tahap berikutnya untuk calon penerima di seluruh wilayah Indonesia.

Kepada para calon penerima TKM, dia mengingatkan agar bantuan yang telah diterima dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk membangun dan mengembangkan usaha.

Para pemanfaat juga berkewajiban menyampaikan laporan pertanggungjawaban atas pemanfaatan bantuan dana yang telah diterima sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Suhartono berharap bantuan TKM Pemula kepada kelompok masyarakat, tidak dimanfaatkan sendiri atau dibagi-bagi antara anggota kelompok. Melainkan diperuntukkan untuk 10 anggota kelompok, melakukan usaha secara bersama-sama

"Jumlah bantuan ini kecil, tapi jangan sampai setelah seminggu menerima bantuan, dimanfaatkan untuk hal-hal yang bersifat konsumtif akhirnya habis, dan tidak berkelanjutan," demikian Suhartono.

Baca juga: Kemnaker bantu selesaikan masalah pemotongan upah pekerja Waroeng SS
Baca juga: Kemnaker: Pengukuran komprehensif dorong peningkatan produktivitas