Kempo Sumbar tetap buka peluang raih medali di PON Papua

·Bacaan 1 menit

Atlet kempo Sumatera Barat (Sumbar) tetap membuka peluang meraih medali di PON Papua 2021 usai wakilnya tampil apik pada pertandingan pertama di GOR STT Gidi Kabupaten Jayapura, Sabtu.

"Peluang ada di Randori putri 55 kilogram dan Randori putra 70 kilogram," kata pelatih kempo Sumbar, Rudi Horizon dalam keterangan resminya, Minggu.

Ia menyebutkan di nomor randori putra, Ari Pramanto berhasil mengalahkan kenshi asal Nusa Tenggara Timur, Irwanto. Sedangkan di randori putri, Suci Kurnia Dewi harus mengakui keunggulan tim asal Provinsi Aceh, Maisarah.

Rudi mengatakan bahwa di nomor rondori putri masih memiliki kesempatan karena sistem pertandingan adalah setengah kompetisi.

Baca juga: Jabar raih emas kempo kategori embu berpasangan campuran Yudhansa
Baca juga: Kaltim amankan emas kempo kategori embu berpasangan campuran Kyukenshi

“Untuk hari ini kita memainkan tiga nomor, memang ada di nomor randori putri kita kalah, tapi karena sistem pertandingannya setengah kompetisi, jadi pertandingan kedua masih ada kesempatan untuk Suci mengejar poin,” ujarnya.

Sementara itu, untuk Ari Pramanto dirinya optimis di laga besok dapat mempertahankan poinnya agar tidak dikejar oleh Kenshi asal NTT tersebut setelah berhasil pada pertandingan tadi.

Selain itu kegagalan di nomor Embu Beregu Putra menurut nya karena kurang beruntung sebab Kenshi Sumbar sudah maksimal dan atlet sudah tampilkan sesuai dengan yang dipelajari saat di Sumbar.

"Kita kalah beruntung dari atlet-atlet provinsi lain, untuk saat ini mereka unggul dari kita, ini akan kita evaluasi lagi untuk event-event berikutnya,” ujarnya.

Rudi masih optimistis akan bisa menyumbang medali untuk provinsi Sumbar di sejumlah nomor tersisa.

Baca juga: Kaltim dan Jabar berbagi medali emas nomor embu berpasangan
Baca juga: Gulat PON Papua hari ini perebutkan emas terakhir nomor putri

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel