Kemtan: Penyusunan Data Statistik Perkebunan Sarat Kendala

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Merdeka.com
    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    MERDEKA.COM. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menilai, sejak Presiden SBY mengeluarkan Instruksi Presiden No.15 Tahun 2011 tentang Perlindungan Nelayan, armada perikanan nasional justru bertumpuk di perairan kepulauan. …

Mataram (ANTARA) - Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian mengemukakan, penyusunan data statistik komoditas perkebunan masih sarat kendala dan permasalahan yang harus dibenahi secara bersama-sama baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten dan provinsi.


"Masih banyak permasalahan dan kendala yang dihadapi dalam penyusunan data statistik angka tetap komoditas perkebunan, sehingga patut dibenahi," kata Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan Kementerian Pertanian (Kemtan) Mukti Sardjono, pada pertemuan penyusunan data statistik angka tetap komoditas perkebunan 2010, di Mataram, Sabtu.

Pertemuan penyusunan data statistik komoditas perkebunan itu diselenggarakan oleh Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian pada 14-16 Oktober 2011, yang dihadiri 26 provinsi, kecuali Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Kalimantan Tengah dan Gorontalo.

Pertemuan untuk menghasilkan data statistik angka tetap komoditas perkebunan sampai 2010, dan angka sementara 2011 dan angka prediksi 2012 itu dibuka Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H Badrul Munir, Jumat (14/10) malam.

Mukti mengatakan, sejauh ini permasalahan dan kendala yang dihadapi dalam penyusunan data statistik komoditas perkebunan adalah adanya pandangan pengelola data yang belum menyadari bahwa data dan informasi yang disajikan bermanfaat untuk semua pihak.

Para petugas juga belum memahami dan berpikir secara logika mengenai data yang diperoleh dari lapangan, sehingga angka dari daerah yang disajikan masih kurang valid dan akurat.

Selain itu, statistik perkebunan belum memperoleh prioritas utama di daerah, sehingga sering terjadi adanya mutasi tenaga pengelola data dan statistik di daerah yang berakibat harus mengadakan pelatihan lagi bagi petugas baru.

"Juga, belum adanya kesamaan data diantara instansi pemerintah, terlalu banyak beban kerja bagi petugas pengelola data, yang berakibat arus pengiriman data/laporan dari kabupaten dan provinsi kurang lancar," ujarnya.

Permasalahan lainnya yang masih sering terjadi, kata Mukti, yakni kurangnya sarana di daerah baik SDM dan anggaran, dan Pembakuan Statistik Perkebunan pada 2007 kurang dipahami oleh petugas di lapangan.

Karena itu, diperlukan dukungan dana APBD untuk penyediaan formulir isian yang diperlukan, honor petugas pengelola data dan biaya transportasi bagi para petugas.

"Kita tahu bahwa data statistik itu penting dan datanya makin akurat jika pelaporan dari kecamatan ke kabupaten hingga provinsi dilaksanakan secara sungguh-sungguh oleh semua pihak terkait," ujarnya.

Mukti menambahkan, Ditjen Perkebunan juga terus berupaya mendukung pemerintah daerah menghasilkan data statistik yang dapat dipercaya, seperti mengalokasikan anggaran khusus di 2012 antara lain untuk sinkronisasi data dan honor petugas.



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...