Kemunculan Kedua Putri Candrawathi Setelah Trotoar Brimob Kelapa Dua

Merdeka.com - Merdeka.com - Istri mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi telah berstatus tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat. Dia menyusul sang suami yang terlebih dahulu menjadi tersangka.

Siang ini pukul 11.00 WIB, Putri Candrawathi menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J. Ini merupakan kemunculan kedua Putri Candrawathi usai peristiwa berdarah di rumahnya di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada 8 Juli 2022.

Kemunculan pertama pada Minggu (7/8). Saat itu, Putri Candrawathi hendak mengunjungi suaminya yang ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Kala itu, dia datang bersama anaknya.

Putri Candrawathi tampak mengenakan baju batik. Masker putih terlihat menutupi hidung dan mulutnya. Berdiri di trotoar depan Mako Brimob, Putri Candrawathi berurai air mata.

"Saya Putri bersama anak-anak, saya mempercayai dan tulus mencintai suami saya," ujar PC, istri Ferdy Sambo dengan berlinang air mata di Mako Brimob, Depok, Minggu (7/8).

Putri Candrawathi pun mengaku telah memaafkan apa yang telah dilakukan oleh Brigadir J kepada keluarganya. "Saya mohon doa agar kami sekeluarga dapat menjalani masa yang sulit ini. Dan saya ikhlas memaafkan segala perbuatan yang kami sekeluarga alami," ujar dia.

Bukti CCTV

Putri Candrawathi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan Brigadir J pada Jumat (19/8). Penetapan tersangka ini usai penyidik menemukan CCTV di tempat lokasi yang sempat dikabarkan hilang. CCTV ini menggambarkan dugaan keterlibatan Putri dalam pembunuhan Brigadir J.

"Alhamdulillah CCTV yang sangat vital menggambarkan situasi sebelum, sesaat dan setelah kejadian. Kami temukan dengan sejumlah tindakan penyidik dari hasil penyelidikan tersebut. Tadi malam sampai pagi sudah dilakukan sejumlah pemeriksaan tadi disampaikan bahwa ibu PC ditetapkan tersangka," kata Dir Tipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian di Mabes Polri, Jumat (19/8).

Andi menegaskan, Putri Chandrawathi sudah diperiksa sebanyak tiga kali. Bahkan pada Kamis (18/9) kemarin harusnya juga kembali diperiksa. Namun ada surat sakit dari pihak Putri. Sehingga batal diperiksa.

"Bukti elektronik CCTV di Saguling maupun dekat TKP yang selama ini jadi pertanyaan publik diperoleh dari DVR pos Satpam. Ini menjadi bagian dari barang bukti tidak langsung," ujarnya.

"Menjadi petunjuk PC ada di lokasi sejak Saguling sampai dengan Duren Tiga melakukan kegiatan menjadi daripada perencanaan pembunuhan terhadap brigadir Josua,” imbuh dia.

Aktivitas Jelang Pembunuhan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap peran Putri Candrawathi di rumahnya sebelum dan setelah terjadinya eksekusi Brigadir J. Sigit mengatakan, suami Putri yakni Ferdy Sambo melakukan perencanaan pembunuhan Brigadir J di rumah pribadi yang terletak di Jalan Saguling 3, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Rumah ini berjarak sekitar 300 meter dari rumah dinas Ferdy Sambo yang berada di Duren Tiga. Perencanaan itu diketahui oleh Putri Candrawathi dan ajudannya Bharada E atau Richard Eliezer Pudhiang Lumiu.

"Peristiwa penembakan yang terjadi di Duren Tiga diduga dilakukan dengan perencanaan terlebih dulu oleh FS di rumah Saguling yang diketahui oleh saudari PC dan Richard," kata Sigit dalam rapat bersama Komisi III DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (24/8).

Listyo menyebut, pada perencanaan itu, Putri Candrawathi memberikan kesempatan kepada Ferdy Sambo untuk menghabisi nyawa Brigadir J. "Demikian juga saudari PC diduga memberikan kesempatan terhadap peristiwa yang terjadi," ucap dia.

Listyo mengatakan, dalam proses pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo memerintahkan Bharada E untuk melepaskan tembakan. Tembakan itu disaksikan langsung oleh Brigadir RR atau Ricky Rizal dan KM atau Kuat Ma’ruf.

"Saudara Richard melakukan penembakan terhadap almarhum Yosua atas perintah FS, di mana disaksikan oleh Ricky, Kuat Ma'ruf. Demikian juga perannya ikut membantu," jelas Sigit.

Brigadir J Tewas

Brigadir J tewas di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada 8 Juli 2022. Polisi awalnya menyebutkan Brigadir J tewas akibat baku tembak dengan Bharada E atau Richard Eliezer Pudhiang Lumiu. Belakangan, polisi meralat pernyataan tersebut.

Polisi mengatakan, Brigadir J tewas akibat ditembak Bharada E. Penembakan ini atas perintah dari Irjen Ferdy Sambo. Diduga, Irjen Ferdy Sambo ikut menembak Brigadir J dua kali.

Dalam kasus pembunuhan ini, polisi menetapkan lima orang sebagai tersangka. Dari lima tersangka, empat di antaranya disangkakan dengan pasal pembunuhan berencana, yakni Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 dan 56 KUHP.

Empat tersangka ini ialah Irjen Ferdy Sambp, Putri Candrawathi, Brigadir RR, dan KM. Sedangkan Bharada E dikenakan Pasal 338 KUHP Juncto pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. [tin]