Kemunduran masif pembelajaran tunjukkan dampak COVID-19 pada anak AS

Sebuah analisis tentang skala gangguan terhadap pendidikan anak-anak Amerika Serikat (AS) menemukan bahwa rata-rata siswa mengalami kemunduran dalam hal pembelajaran, menurut laporan The Associated Press (AP) pekan lalu.

Menurut laporan itu, kemunduran tersebut selama lebih dari setengah tahun ajaran untuk pelajaran matematika dan hampir seperempat tahun ajaran untuk pelajaran membaca.

​​​​​​Sejumlah distrik rata-rata mengalami kemunduran yang skalanya lebih dari dua kali lipat dibanding angka tersebut, atau lebih buruk.

"Pembelajaran daring memainkan peran utama, tetapi siswa mengalami kemunduran signifikan bahkan ketika mereka dengan cepat kembali ke sekolah, terutama dalam nilai matematika di lingkungan berpenghasilan rendah," sebut laporan itu.

Beberapa tenaga pengajar menentang gagasan untuk mengukur hilangnya pengetahuan (learning loss) pascakrisis yang telah menewaskan lebih dari 1 juta penduduk Amerika.

Nilai pelajaran membaca dan matematika tidak menggambarkan keseluruhan kisah tentang apa yang terjadi pada seorang anak, tetapi itu adalah satu dari segelintir aspek perkembangan anak yang dapat diukur secara andal di tingkat nasional, menurut laporan tersebut.

Anak-anak tidak menunjukkan performa yang baik, terutama mereka yang menghadapi risiko tertinggi sebelum pandemi. Data menunjukkan bahwa banyak anak membutuhkan intervensi yang signifikan, dengan para advokat dan peneliti mengatakan pemerintah AS tidak melakukan upaya yang cukup.

Jumlah pengetahuan yang hilang dari siswa, atau yang dalam beberapa kasus langka justru diperoleh siswa, selama tiga tahun terakhir sangat bervariasi.

Kemiskinan dan waktu yang dihabiskan untuk menjalani pembelajaran jarak jauh berdampak terhadap learning loss, dan tingkat learning loss lebih tinggi di distrik-distrik yang tetap menerapkan kelas daring lebih lama, imbuh laporan itu.