Kemungkinan Efek Samping setelah Vaksinasi AstraZeneca

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Pemerintah masih terus menjalankan program vaksinasi COVID-19 demi mempercepat kekebalan kelompok (herd imunnity).

Saat ini ada enam jenis vaksin yang digunakan di Indonesia untuk melawan pandemi virus corona penyebab COVID-19.

Keenam vaksin tersebut yang telah mendapatkan izin edar, yakni Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer, dan Novavax.

Di antara keenam vaksin tersebut, vaksin AstraZeneca merupakan satu di antara jenis vaksin yang paling banyak didistrikbusikan ke masyarakat di seluruh wilayah Indonesia, selain Sinovac.

Sebagai informasi, AstraZeneca merupakan vaksin asal Inggris yang diproduksi oleh perusahaan AstraZeneca. Jenis vaksin ini menggunakan vektor atau virus pembawa yang dimodifikasi materi genetik dari virus COVID-19.

Anjuran Pemberian Vaksin Astrazeneca

Pemberian vaksin Astrazeneca harus diberikan dalam dua dosis sesuai anjuran World Health Organization (WHO).

WHO merekomendasikan untuk memberikan jarak antara dosis pertama dan kedua adalah 8-12 minggu.

Menurut data WHO, vaksin Astrazeneca memiliki efikasi sebesar 63,09 persen terhadap infeksi virus SARS-CoV-2 yang memiliki gejala.

Efek Samping yang Terjadi

Ilustrasi pemberian vaksin AstraZeneca. (Photo by CDC on Unsplash)
Ilustrasi pemberian vaksin AstraZeneca. (Photo by CDC on Unsplash)

Vaksin Astrazeneca dinilai memiliki efek samping yang hampir sama dengan gejala COVID-19. Meski begitu, Anda tidak perlu khawatir apabila mengalami efek samping yang terjadi setelah melakukan vaksinasi Astrazeneca karena tidak cukup berbahaya.

Apa saja efek samping tersebut? Efek samping yang muncul dapat berbeda-beda pada setiap orang, tergantung kondisi tubuh saat menerima dosis vaksin. Bahkan ada sebagian orang mungkin tidak merasakan efek samping apa pun.

Untuk itu, jika kondisi tubuh Anda memang memungkinkan untuk melakukan vaksinasi, segera daftarkan diri Anda yang nantinya tidak hanya melindungi diri Anda sendiri melainkan orang yang ada di sekitar Anda, khususnya keluarga.

Munculnya efek samping setelah menerima dosis vaksin Astrazeneca wajar terjadi. Menurut laman gov.uk, efek samping yang sangat umum dilaporkan setelah mendapatkan dosis vaksin Astrazeneca, seperti:

  • Nyeri, gatal, dan rasa panas di area suntikan

  • Merasa tidak enak badan

  • Menggingil atau demam

  • Sakit kepala

  • Mual

  • Nyeri sendi atau nyeri otot

  • Bengkak, kemerahan, dan benjolan di area suntikan

  • Muntah atau diare

  • Radang tenggorokan

  • Pilek atau batuk

Selain itu, adapun efek samping yang jarang terjadi pada penerima vaksin Astrazeneca, seperti:

  • Nafsu makan menurun

  • Sakit perut

  • Kelenjar getah bening membesar

  • Keringat berlebih

  • Kulit gatal atau ruam

Durasi Alami Efek Samping Vaksin Astrazeneca

Efek samping yang ditimbulkan biasanya akan hilang dalam beberapa hari. Normalnya, efek samping akibat vaksin AstraZeneca akan hilang dalam 1-3 hari setelah melakukan vaksinasi.

Untuk mengatasinya, Anda dapat mengonsumsi paracetamol, ibuprofen, aspirin, atau antihistamin, sesuai efek samping yang dirasakan.

Namun, jangan mengonsumsi obat-obatan tersebut sebelum vaksinasi dengan tujuan untuk mencegah efek samping.

Perlu diketahui, efek samping yang timbul setelah dosis kedua bersifat lebih ringan dan jarang terjadi dibandingkan dengan pemberian vaksin dosis pertama.

Jika Anda merasakan efek samping yang berat atau bertambah berat, segera hubungi fasilitas kesehatan agar Anda dapat menerima penanganan.

Meski ada beberapa isu mengenai efek samping vaksin AstraZeneca yang membuat Anda ragu melakukan vaksinasi, jangan khawatir karena ditangani oleh tenaga kesehatan profesional.

Jadi, Anda tak perlu ragu atau takut untuk melakukan vaksinasi COVID-19. Makin cepat semua orang mendapatkan vaksin, makin cepat pula pandemi ini berakhir.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel