Kena COVID-19 Tapi RS Penuh? Jangan Panik, Begini Solusinya

·Bacaan 1 menit

VIVA – Jumlah kasus COVID-19 di Indonesia terus bertambah. Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mencatat, ada penambahan sebanyak 13.668 orang pada 22 Juni 2021. Sehingga total keseluruhan menjadi 2.018.113 kasus.

Begitu pun dengan keterisian rumah sakit rujukan COVID-19. Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sakidin, menyampaikan, keterisian tempat tidur bagi pasien di rumah sakit rujukan provinsi DKI Jakarta, sudah mencapai 90 persen dari kapasitas 17.752 tempat tidur.

Bahkan, sejumlah masyarakat yang terinfeksi COVID-19 mengeluh kesulitan mendapatkan rumah sakit, karena di mana-mana rumah sakit sudah terisi penuh.

Menanggapi hal ini, Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI sekaligus Guru Besar FKUI, Prof. Tjandra Yoga Aditama, turut memberikan solusi atas permasalahan ini. Caranya dengan melapor ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat.

"Kalau ada keluarga yang sakit mencari rumah sakit, dia lapor saja ke Puskesmas atau ke rumah sakit. Karena sebenarnya ada sistem di Jakarta ini untuk mengetahui di mana ada tempat tidur yang kosong," ujarnya saat live di Instagram @vivacoid, Rabu 23 Juni 2021.

Lebih lanjut Prof. Tjandra menjelaskan, daripada bingung mencari rumah sakit secara manual atau satu per satu, lebih baik memanfaatkan sistem yang sudah disediakan.

"Daripada mencari satu-satu, lebih baik dia laporkan ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat. Mereka akan mencari kemungkinan (rumah sakit atau tempat tidur) yang kosong," kata dia.

Meski sebagian besar rumah sakit di DKI Jakarta sudah terisi penuh, namun menurut Prof. Tjandra, cara ini akan jauh lebih efektif.

"Walaupun memang sebagian besar rumah sakit saat ini penuh dan belum tentu dapat juga. Tapi maksud saya daripada mencari satu per satu, lebih bagus menggunakan sistem yang sudah ada," tutur Prof. Tjandra Yoga Aditama.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel