Kena Suspensi BEI, Begini Penjelasan Pengelola Waralaba Texas Chicken

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Cipta Selera Murni Tbk. (CSMI), Kamis 11 Februari 2021. Hal ini dilakukan karena peningkatan harga kumulatif terhadap emiten pemegang waralaba Texas Chicken tersebut.

"Dalam rangka cooling down, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan Saham CSMI, pada perdagangan tanggal 11 Februari 2021," tulis keterbukaan informasi publik BEI.

Menanggapi hal tersebut, Direktur PT Cipta Selera Murni Tbk, Radino Miharjo menuturkan, bila pada periode 20 sampai 26 Januari 2021 telah terjadi peningkatan harga dan penurunan aktivitas saham CSMI.

"Harga ditutup meningkat secara kumulatif sebesar Rp185 atau 28,24 persen dari harga penutupan tanggal 19 Januari 2021 yakni Rp655 menjadi Rp840," ujar dia.

Adapun pada 15 Februari 2021, BEI membuka kembali saham PT Cipta Selera Murni Tbk di pasar reguler dan tunai. Rata-rata aktivitas transaksi mengalami penurunan menjadi 11.600 saham dengan frekuensi 14 kali dibandingkan hari bursa 19 Januari 2021 sebanyak 31.800 saham dengan frekuensi 11 kali. IHSG turun sebesar -118,40 poin dan indeks sktoral (consumer goods industry) turun -15,08 poin.

Dalam penjelasannya, Radino mengaku bila perseroan tidak mengetahui informasi atau fakta material yang memperngaruhi nilai efek yang dimiliki oleh investor di pasar sekunder. Penjualan dan pembelian efek melalui mekanisme pasar yang berlaku.

"Perseroan tidak mengetahui informasi atu fakta material yang mempengaruhi nilai efek yang dimiliki oleh investor di pasar sekunder sesuai peraturan Nomor I-E point IV.1 hingga IV.2, Votalitas harga yang terjadi karena mekanisme pasar," ujar dia.

Selanjutnya

Pekerja beraktivitas di BEI, Jakarta, Selasa (4/4).  Sebelumnya, Indeks harga saham gabungan (IHSG) menembus level 5.600 pada penutupan perdagangan pertama bulan ini, Senin (3/4/2017). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja beraktivitas di BEI, Jakarta, Selasa (4/4). Sebelumnya, Indeks harga saham gabungan (IHSG) menembus level 5.600 pada penutupan perdagangan pertama bulan ini, Senin (3/4/2017). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Radino juga menyebut tidak ada kejadian penting atau fakta material yang perlu diungkapkan terkait pengaruh harga efek perseroan serta kelangsungan perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.

"Perseroan tidak mengetahui aktivitas dari pemegang saham tertentu dan itu merupakan mekanisme pasar sekunder," ujar dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini