Kena Tekanan Penyebaran COVID-19, Rupiah Loyo ke Level Rp14.300

·Bacaan 1 menit

VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih terus berfluktuasi pada perdagangan Selasa, 18 Mei 2021. Rupiah mulai bergerak di kisaran level Rp14.300 per dolar AS.

Di pasar spot, pada perdagangan pagi ini, rupiah telah ditransaksikan di level Rp14.315 per dolar AS. Bergerak melemah 0,30 persen dari penutupan perdagangan kemarin di posisi Rp14.272.

Adapun data terakhir kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar (Jisdor) Bank Indonesia pada pukul 15.15 WIB kemarin telah menetapkan nilai tengah rupiah di level Rp14.300 dari hari sebelumnya Rp14.284.

Isu yang mewarnai sentimen negatif pelaku pasar keuangan terhadap dolar AS sepanjang hari ini masih terkait dengan penyebaran wabah COVID-19 di berbagai belahan Asia, khususnya India, Thailand dan Jepang.

Ekonomi Jepang mengalami kontraksi 1,3 persen pada Kuartal I-2021 setelah lonjakan infeksi baru di kota-kota besar memaksa pemerintah memberlakukan kembali pembatasan-pembatasan.

"Lebih banyak orang mengatakan skala krisis jauh lebih besar daripada yang diungkapkan angka resmi," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi, Rabu, 19 Mei 2021.

Sementara itu, dari dalam negeri, pemerintah dikatakan Ibrahim terus menyuarakan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tumbuh hingga 7 persen pada kuartal II-2021.

"Impian tersebut masih bertolak belakang dengan realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal I yang masih terjebak resesi. Tercatat, laju ekonomi masih minus 0,74 persen dalam tiga bulan pertama tahun ini," tuturnya.

Dia menganggap, target pertumbuhan kuartal II bisa tercapai bila pemerintah mempertahankan daya beli masyarakat menengah ke bawah, percepatan vaksinasi dan menjaga pembatasan kegiatan skala mikro.

Dengan sentimen-sentimen tersebut, Ibrahim meyakini meski mata uang garuda dibuka fluktuatif namun akan ditutup menguat di rentang Rp14.250-Rp14.290 per dolar AS.