Kenaikan Harga BBM Bikin Keuangan Pertamina Makin Sehat

Merdeka.com - Merdeka.com - Keuangan PT Pertamina (Persero) disinyalir akan semakin sehat imbas disesuaikannya harga BBM Subsidi oleh pemerintah. Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, sebab Pertamina akan mendapat uang secara langsung dari masyarakat.

"Dampak bagi Pertamina saya kira akan sangat membantu keuangan mereka ya. Karena dengan demikian Pertamina akan menerima dana cash lebih besar dari sebelumnya," kata dia kepada Liputan6.com, Minggu (4/9).

Dengan asumsi kenaikan harga Rp 2.000 per liter, dengan sisa kuota Pertalite sekitar 8 juta kilo liter. Bisa disebut, Pertamina akan mengantongi Rp 16,6 triliun dari masyarakat setelah kenaikan, baru dari satu jenis BBM.

Dengan dana ini, Pertamina disebut akan mampu menggunakannya untuk meningkatkan pelayanan. Harapannya, stok BBM di masyarakat akan tersedia melimpah.

"Dengan demikian Pertamina bisa menggunakan dana tersebut untuk menjaga arus kas mereka sehingga bisa memberikan pelayanan optimal ke masyarakat terutama menjaga stock bbm di masyarakat. Selain itu, mereka tidak harus menunggu 1 tahun selisih dari sebelum naik untuk menerima pembayaran kompensasi dari pemerintah," papar Mamit.

Guna memberikan jaminan, pemerintah diminta untuk melakukan pengawasan secara ketat, salah satu upayanya dengan pemberlakuan revisi Peraturan Presiden Nomor 191/2014. Revisi aturan ini telah rampung, namun masih menunggu diterbitkan oleh Presiden Joko Widodo.

"Oleh karena itu (untuk antisipasi penyelewengan) perlu adanya pengawasan yang ketat. Perlu adanya pembatasan. Revisi perpres 191/2014 ini harusnya bisa menjadi kunci bagi pengawasan dan pengendalian BBM subsidi. Pemerintah harus berani tegas," paparnya.

Kendati begitu, hingga saat ini dia mengaku belum mengetahui rincian dari isi Perpres 191/2014 terbaru. Termasuk pola pembatasan dan jenis kendaraan yang dibatasi.

"Nah ini tidak tau, makanya saya kejar terus supaya rampung. Pengawasannya ya sesuai dengan kriteria dalam perpres nanti. Yang melanggar harus dihukum agar memberikan efek jera," tukasnya.

Diketahui, pemerintah telah menaikkan harga BBM pada Sabtu (3/9). Di mana harga Solar subsidi menjadi Rp 6.800 per liter, Pertalite menjadi Rp 10.000 per liter, dan Pertamax Rp 14.500 per liter. Secara sederhana, kenaikannya berkisar Rp 1.700-2.550 per liter.

Reporter: Arief Rahman H.

Sumber: Liputan6.com [azz]