Kenaikan Harga BBM Dinilai Mendesak

  • Warning! Bank Mandiri Akuisisi BTN, Kredit Pemilikan Rumah Terancam Pu …

    Warning! Bank Mandiri Akuisisi BTN, Kredit Pemilikan Rumah Terancam Pu …

    TRIBUNnews.com
    Warning! Bank Mandiri Akuisisi BTN, Kredit Pemilikan Rumah Terancam Pu …

    TRIBUNNEWS.COM - Serikat karyawan Bank BTN mengingatkan, Bank Mandiri miskin pengalaman dalam hal penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR). …

  • Dahlan: Blok Mahakam untuk Pertamina  

    Dahlan: Blok Mahakam untuk Pertamina  

    Tempo
    Dahlan: Blok Mahakam untuk Pertamina  

    TEMPO.CO, Surakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menegaskan pemerintah akan mengambil alih pengelolaan Blok Mahakam di Kalimantan Timur. Dia mengaku sudah menolak permintaan perpanjangan kontrak dari pengelola sebelumnya, Total E&P Indonesie dari Perancis. …

  • Utang Luar Negeri Membengkak, Apa Penyebabnya ?

    Utang Luar Negeri Membengkak, Apa Penyebabnya ?

    Tempo
    Utang Luar Negeri Membengkak, Apa Penyebabnya ?

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia menyatakan utang luar negeri Indonesia pada Februari 2014 mencapai US$ 272,1 miliar atau sekitar Rp 3.106,9 triliun. Nilai utang luar negeri Indonesia membengkak 7,4 persen dibanding Februari 2013 dan lebih besar ketimbang pertumbuhan pada Januari 2014 yang mencapai 7,2 persen. (Baca: Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 3.106,9 Triliun). …

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menyatakan kenaikan harga bahan bakar minyak harus segera dilakukan. Dia meminta pemerintah tak menunggu terlalu lama untuk menaikkan harga BBM karena akan menyebabkan banyaknya perubahan kebijakan seperti yang terjadi pada 2005 lalu. 

"Itu wilayah pemerintah. Kami beberapa kali mengatakan sudah perlu dilakukan perubahan harga BBM. Nanti terlalu banyak yang harus dikejar," kata Darmin di Nusa Dua, Bali, Kamis, 6 Desember 2012.

Darmin mengatakan, belum dinaikkannya harga BBM juga berpengaruh kepada defisit transaksi berjalan. Darmin mengatakan pemerintah tetap akan menjaga defisit transaksi berjalan hingga akhir tahun pada kisaran 2,2 persen dari produk domestik bruto. "Current account itu bagian dari problem pertumbuhan. Bukan karena kita terpuruk. Angka 2,2 itu bukan hanya moderat, tapi rendah," katanya.

Menurut Darmin, perkembangan ekonomi Indonesia saat ini masih bagus. Namun pertumbuhan itu tidak menghasilkan barang modal cukup sehingga menyebabkan impornya tinggi. Tingginya impor diiringi dengan melambatnya ekspor. "Tapi defisit transaksi berjalan jangan dilihat sebagai keterpurukan," ujar dia.

Impor pesawat yang dilakukan oleh beberapa maskapai penerbangan menurut Darmin memang mempengaruhi terhadap neraca transaksi berjalan. Namun, kegiatan impor pesawat itu bukanlah kegiatan rutin yang terus membuat neraca perdagangan defisit. "Jangan juga menganggap trade balance defisit, current account deficit pasti membesar," katanya.

Menurut Darmin, defisit transaksi berjalan masih bisa ditutup oleh Foreign Edirect Investment yang saat ini kondisinya masih positif. "Jadi yang biasanya dilihat itu FDI. Sejauh ini kita masih ok, masih bisa FDI tutup defisit transaksi berjalan. jadi jangan lihat kita situasi gawat," ujar dia.

ANGGA SUKMA WIJAYA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...