Kenaikan harga cabai dan bawang penyumbang inflasi Januari di Padang

Agus Salim

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mencatat kenaikan harga cabai merah dan bawang merah menjadi penyumbang terbesar inflasi di Padang pada Januari 2020.

"Januari 2020, Padang mengalami inflasi 0,65 persen, andil terbesar disumbang oleh kenaikan harga cabai merah dan bawang merah dengan angka 18,45 persen dan 15,94 persen," kata Kepala BPS Sumbar Pitono di Padang, Senin.

Baca juga: Sumut alami inflasi 0,57 persen pada Januari 2020


Menurut dia, selain cabai dan bawang merah, sejumlah kenaikan harga komoditas penyumbang inflasi lainnya yaitu rokok kretek filter, tarif ojek daring, udang basah, rokok kretek, emas perhiasan, rokok putih, ikan kembung dan kelapa.

Sebaliknya kendati pada Januari 2020 Padang inflasi sejumlah komoditas lainnya mengalami penurunan harga.

Komoditas yang harganya turun yaitu bensin, tarif angkutan udara, ikan tongkol, petai, daging ayam ras, kangkung, ikan tuna, sabun cair, daging sapi dan kacang panjang.

Ia menambahkan dari 24 kota di Sumatera, semuanya mengalami inflasi dan yang tertinggi di Kota Meulaboh 1,44 persen dan terendah di Lhouksemawe sebesar 0,8 persen.

Baca juga: BPS: Kenaikan harga cabai dongkrak inflasi Januari


Kota Padang menduduki urutan sembilan dari semua kota yang mengalami inflasi di Sumatera dan urutan ke-22 dari semua kota yang mengalami inflasi secara nasional.

Sebelumnya Kabag Perekonomian Pemkot Padang Swesti Fanloni menyampaikan, pihaknya sedang menggagas peta jalan pengendalian inflasi di Padang.

Pada peta jalan tersebut terdapat berbagai aksi dan upaya yang dilakukan pemangku kepentingan terkait dalam rangka pengendalian inflasi di Padang, ujarnya.

Menurut dia dalam peta jalan tersebut akan dijelaskan peran dan fungsi organisasi perangkat daerah terkait mulai dari penyediaan data hingga langkah aksi yang akan dilaksanakan.

"Jadi Tim Pengendalian Inflasi Daerah bisa mengontrol komoditas pangan strategis bersama OPD terkait," kata dia.

Baca juga: BPS: Inflasi Januari 2020 sebesar 0,39 persen