Kenaikan Harga Daging Ayam Ras hingga Rokok Picu Inflasi April

Fikri Halim
·Bacaan 1 menit

VIVA – Badan Pusat Statistik mencatat inflasi pada April 2021 sebesar 0,13 persen. Inflasi ini terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran.

Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa BPS, Setianto mengemukakan, kelompok makanan, minuman dan tembakau tercatat naik paling tinggi yaitu sebesar 0,20 persen

"Komoditas yang menyumbang inflasi ada komoditas daging ayam ras, andilnya 0,06 persen," katanya dalam konferensi pers secara virtual, Senin 3 Mei 2021.

Komoditas yang juga menyumbang inflasi adalah minyak goreng, jeruk, bahan bakar rumah tangga, emas perhiasan, anggur, pepaya, rokok kretek filter, dan ikan segar masing-masing dengan andil 0,01 persen.

Sementara itu, indeks kelompok pengeluaran lainnya yang mengalami kenaikan harga adalah kelompok pakaian dan alas kaki yang naik sebesar 0,19 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,07 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,26 persen.

Lalu, kelompok kesehatan sebesar 0,18 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,20 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,01 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,21 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,29 persen.

Sementara kelompok transportasi dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan tidak mengalami perubahan.

BPS mencatat, komponen inti pada April 2021 mengalami infasi sebesar 0,14 persen. Tingkat infasi komponen inti tahun kalender (Januari–April) 2021 sebesar 0,37 persen dan tingkat infasi komponen inti tahun ke tahun (April 2021 terhadap April 2020) sebesar 1,18 persen.