Kenaikan Inflasi Indonesia Dipicu Gangguan Distribusi Bahan Pangan

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepala Ekonom BRI, Anton Hendranata meminta pemerintah mewaspadai peningkatan inflasi yang tinggi dalam 2 bulan terakhir. Per Juli 2022 lalu inflasi Indonesia tembus 4,94 persen, naik dari bulan sebelumnya yakni 4,35 persen.

"Inflasi ini yang patut kita waspadai," kata Anton dalam Taklimat Media, Senin (8/8).

Anton menjelaskan dari jenis inflasinya, tingkat inflasi volatile food mengalami peningkatan signifikan. Hal ini disebabkan faktor musiman yang membuat ketersediaannya terbatas, sedangkan permintaan meningkat.

"Volatile food meningkat signifikan ini juga karena ada faktor musiman juga. Saya kira mudah-mudahan ke depan bisa dimitigasi dengan baik," kata dia.

Namun, kata Anton jika ditelaah lebih mendalam, ada perbedaan yang signifikan antara inflasi utama dan inflasi inti. Bahkan dia menyebut perbedaannya sangat besar. "Kalau dari faktor demand inflasinya sekitar 1,8 persen. Tapi karena ada constrain di suplai ada gangguan di suplai maka inflasinya naik jadi 4,9 persen," tuturya.

Untuk itu dia berharap agar pemerintah bisa segera mengatasi hal ini. Terutama dalam hal ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat. "Ini harus jadi PR kita bersama dan mudah-mudahan goverment bisa mengatasi faktor suplai ini," tandasnya. [azz]