Kenaikan Kasus COVID-19 Tekan Pasar Saham, Begini Prediksi IHSG pada 6 Juli 2021

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham Senin (5/7/2021). Aksi jual investor asing dan kenaikan kasus COVID-19 menekan laju IHSG.

Pada penutupan perdagangan saham Senin pekan ini, IHSG tergelincir 0,29 persen ke posisi 6.005,60. Indeks saham LQ45 merosot 1,01 persen ke posisi 842,90. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan. Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.036,97 dan terendah 5.985,35.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, gerak IHSG dipengaruhi pergerakan bursa saham Asia yang bervariasi cenderung koreksi. Selain itu, IHSG juga dipengaruhi kenaikan kasus COVID-19 dalam negeri.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 melaporkan ada penambahan 29.745 orang dinyatakan positif COVID-19. Total akumulasi hingga kini ada 2.313.829 orang terkonfirmasi positif COVID-19 terinfeksi COVID-19.

Meski demikian, kenaikan kasus COVID-19 ditambah PPKM Darurat, menurut Herditya sedikit banyak pengaruhi pergerakan IHSG tetapi tidak signifikan.

"Pergerakan teknikal IHSG yang masih cenderung terkoreksi minor terlebih dahulu," ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Sedangkan untuk perdagangan saham Selasa, 6 Juli 2021, Herditya prediksi IHSG masih rawan koreksi. IHSG akan bergerak di kisaran 5.950-6.070.

Adapun sentimen yang masih pengaruhi IHSG dari perkembangan kasus COVID-19 di dalam negeri. Sedangkan dari luar negeri, Herditya menuturkan, investor menanti rilis data bisnis Amerika Serikat dan perkembangan COVID-19 global.

Sektor Saham

Layar informasi pergerakan harga saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada prapembukaan perdagangan Rabu (14/10/2020), IHSG naik tipis 2,09 poin atau 0,04 persen ke level 5.134,66. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Layar informasi pergerakan harga saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada prapembukaan perdagangan Rabu (14/10/2020), IHSG naik tipis 2,09 poin atau 0,04 persen ke level 5.134,66. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebanyak 314 melemah sehingga menekan IHSG pada Senin, 5 Juli 2021. 190 saham menguat dan 141 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.027.881 kali dengan volume perdagangan 16,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 9,9 triliun. Investor asing jual saham Rp 283,97 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.499.

Secara sektoral, sebagian besar menguat. Sektor saham IDXNoncylical melemah 2,16 persen, dan bukukan penurunan terbesar. Diikuti sektor saham IDXEnergy turun 0,98 persen dan IDXBasic susut 0,91 persen.

Selain itu, IDXHealth menguat 2,05 persen, dan bukukan penguatan terbesar. Diikuti sektor IDXTrans menanjak 1,35 persen, dan IDXTechno menguat 1,18 persen.

Top Gainers dan Losers

Petugas kebersihan bekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Transaksi bursa agak surut dengan nyaris 11 miliar saham diperdagangkan sebanyak lebih dari 939.000 kali. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Petugas kebersihan bekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Transaksi bursa agak surut dengan nyaris 11 miliar saham diperdagangkan sebanyak lebih dari 939.000 kali. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham JMAS naik 34,10 persen

-Saham BESS naik 25 persen

-Saham BNLI naik 25 persen

-Saham BBHI naik 24,86 persen

-Saham TALF naik 24,85 persen

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham MGLV melemah 7,02 persen

-Saham RONY melemah 6,99 persen

-Saham INDR melemah 6,99 persen

-Saham FMII melemah 6,99 persen

-Saham GGRM melemah 6,98 persen

Aksi Investor Asing

Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020).  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain:

-Saham TBIG senilai Rp 45,5 miliar

-Saham ASII senilai Rp 35,7 miliar

-Saham ANTM senilai Rp 17,6 miliar

-Saham INDF senilai Rp 17,2 miliar

-Saham EMTK senilai Rp 15,6 miliar

Saham-saham yang dijual investor asing lain:

-Saham BBRI senilai Rp 171,9 miliar

-Saham TLKM senilai Rp 153,6 miliar

-Saham BFIN senilai Rp 40,4 miliar

-Saham UNVR senilai Rp 33 miliar

-Saham ADRO senilai Rp 16,5 miliar.

Bursa Saham Asia

Suasana di salah satu ruangan di kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Sebelumnya, Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Suasana di salah satu ruangan di kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Sebelumnya, Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Bursa saham Asia bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng turun 0,59 persen, indeks saham Jepang Nikkei tergelincir 0,64 persen, dan indeks saham Thailand tergelincir 0,15 persen.

Sementara itu, indeks saham Korea Selatan Kospi naik 0,35 persen, indeks saham Shanghai menguat 0,44 persen, indeks saham Singapura naik 0,16 persen dan indeks saham Taiwan mendaki 1,18 persen.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel