Kenaikan Pajak di Mata Orang Kaya

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Merdeka.com
    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    MERDEKA.COM. Kementerian Perdagangan mengklaim industri fesyen muslim Indonesia saat ini paling ternama di dunia. Industri sejenis di Malaysia, negara muslim terdekat, dinilai belum mampu menyaingi. …

PLASADANA.COM - Para pengamat boleh saja beranggapan bahwa kenaikan pajak bagi orang kaya akan mengurangi pengeluaran, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Apa benar?

Dari pengalaman di Amerika misalnya, masyarakat dengan pendapatan per tahun di atas US$ 500.000 atau hampir Rp 5 miliar, mengaku tidak berpengaruh. Bukan hanya pengeluaran, sedekah maupun investasi, semua berjalan normal.

Inilah temuan dari survei The Shullman Luxury and Affluance Monthly Pulse, seperti dikutip CNBC. Temuannya cukup mengejutkan, karena 55 persen orang kaya menganggap kenaikan pajak tak mempengaruhi belanja mereka.

Begitu pun dengan mereka yang memiliki pendapatan US$ 250.000 ke atas. Urusan belanja, tidak ada perubahan rencana walapun ada kenaikan pajak.

Dari sisi investasi, 59 persen yang pendapatan di atas US$ 500.000 atau lebih (64 persen dari kelompok pendapatan US$ 250.000 plus) strateginya tidak berubah. Semua berjalan normal.

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana jika ada kenaikan lajak lanjutan?

Mayoritas  responden dengan pendapatan di atas US$ 500.000 dan di atas US$ 250.000 mengaku bakal berpengaruh pada rencana pengeluaran mereka. Tapi itu nanti.

Penulis: Nur Cahyo

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...