Kenaikan UMP Dongkrak Harga Produk Makanan-Minuman

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Merdeka.com
    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    MERDEKA.COM. Kementerian Perdagangan mengklaim industri fesyen muslim Indonesia saat ini paling ternama di dunia. Industri sejenis di Malaysia, negara muslim terdekat, dinilai belum mampu menyaingi. …

Jakarta (ANTARA) - Kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) di DKI Jakarta menjadi Rp2,2 juta, membuat produsen makanan dan minuman akan meningkatkan harga jual produk sebesar 3-10 persen.

"Dengan naiknya UMP, membuat produsen makanan dan minuman menaikkan harga produk jadi sekitar 3 persen hingga 10 persen. Pasalnya, produsen harus menutupi tingginya biaya produksi," kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman di Jakarta, Kamis.

UMP yang ditetapkan Gubernur DKI Jakarta, menurut Adhi, sangat besar, namun, tidak diimbangi dengan tingkat produktivitas.

"Kenaikan UMP memang menguntungkan pekerja. Namun, akan merugikan industri karena produsen harus menambah biaya produksi," paparnya.

Selain kenaikan UMP, lanjut Adhi, sektor makanan dan minuman juga menghadapi kendala dengan kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) pada 2013 sebesar 15 persen.

"Kenaikan TTL pada 2013 sebesar 15 persen sangat memberatkan produsen makanan-minuman. Dampak dari tingginya biaya energi dan UMP, produsen harus menaikkan harga di tengah serbuan produk impor yang terus membanjiri pasar domestik," ujarnya.

Adhi menegaskan, tahun depan kenaikan biaya energi dan UMP merupakan hambatan bagi industri di dalam negeri.

Kenaikan harga gas sebesar 35 persen membuat biaya produksi semakin bertambah. Jika harga jual produk dari dalam negeri lebih mahal dari produk impor, daya saing industri akan semakin menurun, katanya. (tp)




Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...