Kenakan Rompi Oranye, Mardani Maming Ditahan KPK

Merdeka.com - Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan menahan Mantan Bupati Tanah Bumbu, Mardani Maming. Bendaraha Umum PBNU itu ditahan seusai diperiksa KPK sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi, Kamis (28/7).

"Untuk kebutuhan proses penyidikan," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung Merah Putih KPK Jakarta.

Alex menjelaskan, Mardani Maming ditahan untuk kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait izin usaha pertambangan di Kabupaten Tanah Bumbu. Sebelum ditahan, Maming sempat masuk dalam daftar buronan oleh KPK.

KPK sudah mengantongi bukti awalan yang cukup untuk menaikkan status pria yang menjabat sebagai Ketua HIPMI itu sebagai tersangka.

"KPK sudah mengantongi bukti yang cukup," jelas Alex.

Mardani Maming ditahan untuk 20 hari pertama. Kader PDIP ini akan mendekam di Rumah Tahanan KPK cabang Pomdam Jaya Guntur hingga 16 Agustus 2022 untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Sempat Buron

Sebelumnya diberitakan, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri membenarkan bahwa Mardani Maming sudah memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa sebagai tersangka, Kamis (28/7) sekitar 14.00 WIB.

"Informasi yang kami terima benar tersangka MM telah datang ke Gedung Merah Putih KPK, didampingi Penasihat Hukumnya," tulis Ali lewat pesan singkat.

Ali menjelaskan, Maming memenuhi panggilan setelah KPK memasukkannya daftar pencarian orang (DPO). Lembaga antirasuah menghormati sikap kooperatif Maming.

"Tentu kami hargai kedatangan DPO KPK dimaksud," tegas Ali.

Dia mengimbau, para buron yang masuk dalam DPO KPK bisa menyerahkan diri seperti Maming.

Reporter: M Radityo/Liputan6.com. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel