Kenali 3 Jenis Mata Kedutan dan Gejalanya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Mata kedutan alias blefarospasme merupakan kondisi yang memicu pergerakan berulang pada kelopak mata bagian atas. Umumnya, gerakan muncul secara spontan dan terjadi tanpa diawali tanda tertentu.

Kedutan pada mata bisa berlangsung selama beberapa detik atau bertahan hingga satu menit atau lebih.

Dikutip dari WebMed, mata kedutan dapat terjadi di salah satu mata atau bahkan keduanya. Gejalanya pun berbeda-beda.

Berdasarkan tingkat keparahannya, mata kedutan dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

1. Kedutan Minor

Kedutan minor atau kecil pada kelopak mata sering muncul akibat kelelahan, stres, kebiasaan merokok, atau konsumsi minuman berkafein dan minuman beralkohol secara berlebihan.

Jenis mata kedutan ini juga bisa disebabkan oleh iritasi pada kornea atau konjungtiva, yaitu selaput yang melapisi kelopak mata. Kedutan minor umumnya tidak nyeri dan tidak berbahaya.

2. Blefarospasme Esensial Jinak

Kondisi ini biasanya memengaruhi kedua mata. Penyebab mata kedutan jenis blefarospasme esensial jinak belum diketahui secara pasti.

Namun, ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena blefarospasme esensial jinak, yaitu:

  • Mata kering

  • Konjungtivitis, yaitu peradangan pada permukaan kelopak mata

  • Blefaritis, yaitu peradangan kelopak mata akibat infeksi bakteri

  • Entropion, yaitu kondisi ketika kelopak mata masuk ke bagian dalam mata

  • Uveitis, yaitu peradangan pada lapisan tengah mata.

Gejala blefarospasme esensial jinak umumnya dimulai dengan kelopak mata berkedip tanpa henti. Jika terus memburuk, blefarospasme esensial jinak dapat menyebabkan penglihatan kabur hingga kedutan pada wajah.

3. Hemificial Spasm

Hemificial spasm merupakan jenis mata kedutan yang jarang terjadi. Kondisi ini melibatkan otot di sekitar mulut dan kelopak mata.

Berbeda dengan dua jenis mata kedutan lainnya, hemifacial spasm hanya memengaruhi satu sisi wajah. Jenis mata kedutan ini sering disebabkan oleh pembuluh darah yang menekan saraf wajah.

Mata kedutan umumnya tidak memerlukan penanganan khusus dan akan hilang dengan sendirinya. Tapi, jika mata kedutan tidak kunjung reda atau Anda mengalami gejala di atas, konsultasikan ke dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai, baik dengan obat-obatan maupun operasi.

Reporter: Lianna Leticia

Infografis 3 Manfaat Tidur Cukup Cegah Risiko Penularan Covid-19

Infografis 3 Manfaat Tidur Cukup Cegah Risiko Penularan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 3 Manfaat Tidur Cukup Cegah Risiko Penularan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel