Kenali 4 Gejala Gangguan Kecemasan yang Kerap Tak Disadari Banyak Orang

Fimela.com, Jakarta Hampir setiap orang akan merasa cemas tentang satu hal pada saat tertentu di dalam hidup mereka. Ini merupkan suatu jenis emosi yang dialami ketika dihadapkan dengan peristiwa kerap berujung stres dan mengkhawatirkan. Setelah situasi teratasi, misalnya saat menunggu sebuah pengumuman atau mendapat pekerjaan, kecemasan tersebut akan menghilang dengan sendirinya.

Namun bagi sebagian orang, datangnya kecemasan tak begitu disadari. Padahal kita sedang mengkhawatirkan sesuatu, dihantui perasaan tidak nyaman, berada dalam situasi yang penuh tekanan. Biasanya orang yang seperti ini terlihat tenang dari luar, namun sebenarnya sedang dalam kecemasan.

Sebelum kecemasan melebar menjadi stres dan depresi, ada baiknya kita kenali tanda-tanda atau gejalanya sedini mungkin. Melansir dari thelist.com, berikut beberapa gejala kecemasan yang perlu kamu ketahui dan sadari agar bisa diatasi lebih cepat.

Susah tidur

Setiap orang tentu membutuhkan waktu untu tidur dan beristirahat yang cukup agar tetap sehat. Lain hal jika kamu mengalami gangguan kecemasan. "Kadang-kadang, insomnia atau sulit tidur adalah kondisi fisik yang biasa," ujar Jor-El Caraballo, LMHC, terapis di New York City. "Namun, bagi beberapa orang, susah tidur dengan jangka yang panjang mungkin merupakan penyebab gangguan kecemasan. Jika merasa susah tidur, mungkin kamu bisa bertanya pada diri sendiri tentang apa yang sedang dirasakan. Apakah kamu memiliki kekhawatiran atau tidak,” jelasnya. Jadi, kamu perlu mengetahui apa penyebab susah tidur yang sedang dialami.

"Misal, kamu lelah karena bepergian seharian tetapi tetap tidak bisa tidur juga. Ini berarti, kamu harus memeriksa pola tidurmu. Jika kamu terbangun dengan mengkhawatirkan sebuah masalah atau apa yang harus dilakukan pada hari berikutnya, ini merupakan tanda gangguan kecemasan," jelas Julienne B. Derichs, seorang penasihat klinis profesional. Segera konsultasi ke dokter ahli jika sedang berjuang dengan gangguan tidur.

Mengalami gejala fisik

Meskipun gangguan kecemesan merupakan kondisi mental tetapi masalah ini memiliki berbagai gejala fisik. Angela Kenzslowe, psikolog klinis dan pendiri Purple Heart Behavioral Health, LLC, mengatakan bahwa kecemasan adalah reaksi alami tubuh kita terhadap bahaya yang nyata. Ini adalah respons perlawanan kita.

Ketika merasa cemas, tubuh merespons dengan sensasi fisik, seperti peningkatan detak jantung, napas cepat dan dangkal, peningkatan adrenalin, perasaan akan datangnya malapetaka, otot menegang, keringat yang berlebihan, pusing, dan nyeri dada. Meskipun kamu mungkin tidak mengalami semua ini tetapi jika mengalaminya secara teratur, itu bisa menjadi tanda gangguan.

"Jika memiliki gejala fisik yang berlebihan dari kecemasan yang sering datang dengan tiba-tiba, seperti jantung berdebar, berkeringat, gemetar, dan lain-lain, orang akan menghubungi dokter atau pergi ke UGD karena gejala ini terasa sangat buruk," jelas psikolog Lisa Herman, Psy.D. Jika gejalanya sangat buruk sehingga sampai dibawa ke rumah sakit dan berpikir mengalami serangan jantung, kemungkinan besar kamu salah mengira bahwa sebenarnya itu adalah serangan panik. Gejala lainnya dapat berupa masalah pencernaan, sakit kepala, kelelahan, dan ketegangan otot.

Khawatir yang berlebihan

Ketika memiliki gangguan kecemasan, kemungkinan besar kamu khawatir tentang sesuatu sepanjang waktu. "Kecemasan tidak seperti fobia yang memiliki target spesifik karena ini lebih buruk dari apa yang dibayangkan. Kamu merasa nasib buruk akan muncul entah dari mana," jelas W. Cameron, MS, seorang konselor profesional.

"Dalam pengalaman saya, orang-orang dengan kecemasan yang sangat tinggi tidak dapat mengendalikan kekhawatiran mereka. Apa yang kadang-kadang sulit untuk diperhatikan dalam diri kita jauh lebih terlihat oleh orang lain. Jika orang-orang yang paling dekat denganmu telah mengucapkan kata-kata ini, mungkin ada baiknya untuk pergi ke dokter atau terapis," jelas Caraballo, penasihat profesional. Jika tidak ada yang mengatakan apa pun, kamu dapat bertanya kepada teman atau keluarga apakah mereka telah melihat sesuatu yang berubah. Itu cara yang baik untuk mengukur tingkat stres yang kamu alami tetapi berhati-hatilah untuk bergantung pada pengamatan orang lain terus-menerus karena itu juga bisa menjadi menimbulkan kecemasan.

 

 

Tidak dapat fokus

Ilustrasi Stres (Unsplash.com/Nick Karvounis)

Apakah kamu pernah tidak dapat menyelesaikan tugas atau pekerjaan di saat tertentu? Apakah kamu terganggu oleh pikiran-pikiran negatif saat sedang beraktivitas? Kecemasan bisa menjadi penyebabnya. "Sangat umum bagi mereka yang hidup dengan kecemasan mengalami gangguan dalam produktivitas mereka di tempat kerja atau sekolah," jelas Caraballo.

"Bagi sebagian orang, gangguan ini dapat menyebabkan ulasan kinerja yang negatif, nilai yang gagal, atau bahkan dipecat. Bagi yang lain, mereka mungkin dapat pulih tetapi masih menemukan diri dengan mudah terganggu atau frustrasi ketika mencoba menyelesaikan tugas. Jika kamu mengalami semua ini, kamu mungkin mengalami gangguan kecemasan.

Agar tetap bisa beraktivitas, pastikan untuk berbicara dengan seseorang tentang masalah produktivitas dan mengapa kamu mengalaminya. Jadi, konsultasikan dengan profesional dan ahli kesehatan mental atau dokter perawatan untuk rujukan.

Itulah beberapa gejala gangguan kecemasan yang perlu kamu ketahui lebih dini agar dapat mengatasinya. Semoga bermanfaat, Sahabat Fimela.

Penulis: Rafinda Eki Puspitasari

#Changemaker