Kenali 5 Jenis Rempah Kaya Khasiat Asli Indonesia

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Bagi masyarakat Jawa, budaya minum wedang rempah sudah menjadi kebiasaan sejak lama. Mengonsumsi wedang rempah memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Hal ini dapat membuktikan bahwa Indonesia kaya akan rempah-rempah dengan berjuta khasiat.

Sajian wedang rempah tentunya banyak jenisnya. Minuman tradisional ini dicampur dengan berbagai macam rempah yang akan menciptakan rasa yang khas. Salah satu minuman tradisional yang sangat populer yakni wedang jahe. Minuman ini terbuat dari bubuk jahe atau jahe yang dimemarkan dan diseduh dengan air panas.

Di dalam situasi pandemi seperti ini, banyak masyarakat yang percaya bahwa mengonsumsi wedang jahe dan rempah-rempah lainnya dapat meningkatkan imunitas tubuh. Selain wedang jahe, beberapa jenis rempah juga berkhasiat untuk meningkatkan imun tubuh dan sering diolah menjadi wedang seperti berikut ini.

Kapulaga

Kapulaga, selain menjadi bumbu dapur juga dapat menjadi campuran dalam membuat wedang. Rempah-rempah yang satu ini memiliki aroma yang khas. Kapulaga mampu membantu meningkatkan kesehatan tubuh. Kandungan anti-bakteri dan antioksidan di dalamnya dapat membantu merawat kesehatan kulit dan melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh. Membuat wedang kapulaga ini biasanya dicampur dengan beberapa jenis rempah lainnya seperti cengkeh, jahe, kunyit, kayu manis, hingga secang agar memiliki rasa yang lebih nikmat.

Pala

ilustrasi pala/copyright Shutterstock
ilustrasi pala/copyright Shutterstock

Pala merupakan tanaman asli Indonesia ini juga menjadi salah satu rempah-rempah yang memiliki banyak khasiat. Pala memiliki wangi yang khas sedikit menyengkat dan rasa hangat bila dikonsumsi. Wedang pala juga menjadi minuman yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Wedang pala dapat dibuat dari biji pala atau bunganya. Cukup rebus pala atau bunga pala dengan air dan gula pasir atau gula batu. Minuman ini sangat cocok jika dinikmati saat musim penghujan.

Cengkeh

Cengkeh merupakan kuncup bunga dari pohong cengkeh yang memiliki banyak manfaat. Selain untuk bumbu dapur, cengkeh dapat digunakan untuk membuat wedang. Kandungan antioksidan pada cengkeh dapat membantu merawat kulit dan mencegah tumbuhnya sel kanker. Sama dengan kapulaga, wedang cengkeh juga dibuat dengan beberapa campuran rempah lain seperti jahe, kayu manis, dan lainnya yang direbus dengan air dan gula batu.

Serai

Tips menggunakan serai./Copyright shutterstock.com/g/numlpphoto
Tips menggunakan serai./Copyright shutterstock.com/g/numlpphoto

Tanaman yang sering digunkaan untuk menambah aroma dalam masakan ini, juga dapat diolah menjadi wedang. Serai dapat membantu mencegah pertumbuhan beberapa bakteri dan jamur. Serai juga mengandung zat yang dipercaya dapat menyeri, menurunkan demam, serta memiliki sifat antioksidan yang bermanfaat menjaga kesehatan kulit. Wedang serai dapat dibuat dengan mencampurkan jahe dan batang serai yang dimemarkan. Seduh dengan air panas dan dapat juga dicampurkan dengan sedikit perasan air lemon atau madu.

Kayu Manis

Kayu manis mengandung bahan aktif yakni cinnamaldehyde. Ini digunakan dalam perasa dan aroma pada makanan dan minuman. Kandungan astringen pada kayu manis dapat membuat wajah menjadi halus. Kayu manis menjadi bahan campuran dalam membuat wedang. Minuman ini biasanya dibuat dengan merebusnya dengan rempah lain seperti jahe, gula batu, serai, temulawak dan maupun lainnya sesuai selera.

Melihat banyaknya kekayaan alam Indonesia akan rempah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia siap menghadirkan program Jalur Rempah. Program ini dibuat untuk merekronstruksi perdangan rempah yang telah berlangsung sejak berabad-abad silam. Program ini dapat menumbuhkan kesadaran dan kebanggan akan jati diri daerah di Indonesia. Selain itu juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melestarikan, mengembangkan dan memanfaatkan warisan budaya melalui program Jalur Rempah untuk pembangun berkelanjutan.

Menariknya, Jalur Rempah menurut rencana juga akan diajukan kepada UNESCO agar bisa menjadi warisan dunia. Sebab, dengan mendapatkan pengakuan UNESCO sebagai warisan dunia, maka dapat memperkuat diplomasi Indonesia, sekaligus meneguhkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Setidaknya ada 20 titik awal rekonstruksi Jalur Rempah yang tersebar dari Raja Ampat hingga Pesisir Selatan (Mandeh). Ketahui informasi lebih lengkap tentang Jalur Rempah di sini.

Cek Video di Bawah Ini

#Changemaker